26 January 2020

Anas Urbaningrum

Bebaskan Anas, KAHMI Harap Majelis Hakim Memutus sesuai Hati Nurani dan Akal Sehat

KONFRONTASI - Korps Alumni Mahasiswa Islam (KAHMI) mengharapkan agar mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum tegar dalam menerima vonis hakim. Anas akan menjalani sidang putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Rabu (24/9) besok.

"Semoga Saudara Anas Urbaningrum bersama keluarga mendapat kekuatan dari Allah SWT untuk tegar apapun vonis yang nanti dijatuhkan oleh hakim," kata Sekretaris Jenderal KAHMI Subandriyo, Selasa (23/9).

Bebaskan Anas, Aktivis HMI Minta KY Awasi Hakim Tipikor

KONFRONTASI - Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ,Tegar Putuhena mengatakan aroma politis semakin kentara ketika komisioner Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) yang sejatinya bertindak sebagai penegak hukum malah sering mengeluarkan statement politik dalam persidangan mantan ketua umum Demokrat. Anas Urbaningrum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi

Menurut Tegar, tak jarang hakim maupun jaksa penuntut umum (JPU) sering mendiskreditkan Anas.

"Bebaskan Anas Urbaningrum Demi Keadilan"

KONFRONTASI - Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar demonstrasi di depan Gedung Komisi Yudisial (KY) di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.

Mahasiswa yang membawa bendera kebanggaan organisasi hitam-hijau itu meminta Komisi Yudisial sebagai lembaga pengawas hakim tak lalai memantau kinerja para hakim yang akan memutus vonis dalam perkara korupsi proyek pusat olahraga Hambalang dengan terdakwa, Anas Urbaningrum. 

24 September, Pengadilan akan Jatuhkan Vonis untuk Anas Urbaningrum

KONFRONTASI- Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum akan menghadapi vonis dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah dari sejumlah proyek pemerintah dan tindak pidana pencucian uang pada 24 September 2014.

"Putusan dilangsungkan pada Rabu, 24 September jam dua siang (14.00, red). Supaya paling tidak kalau ada salah ketik masih bisa kami koreksi. Sidang kami tutup," kata Ketua Majelis Hakim Haswandi dalam sidang pembacaan nota pembelaan (pledoi) Anas di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis.

Anas Kecewa Ibas Tak Dihadirkan sebagai Saksi

KONFRONTASI - Jaksa yang menyebut bahwa dalam perkara ini bukan mengadili Kongres Partai Demokrat dibantah Anas Urbaningrum. "Meski JPU menyatakan di dalam surat tuntutan bukan mengadili kongres, amat jelas ini adalah mengadili kongres atau lebih tepatnya mengadili sepertiga kongres," kata Anas, saat membacakan nota pembelaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 18 September 2014.

Sebut Anas Ingin Jadi Presiden, Tuntutan Jaksa KPK Absurd

KONFRONTASI  - Anas Urbaningrum menganggap tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sarat politis.Terlebih, dalam tuntutannya, Jaksa meminta pencabutan hak politik. "Ini sesungguhnya puncak dan sekaligus mahkota dari dakwaan dan tuntutan politik JPU. Dengan tujuan terdakwa kehilangan hak politik untuk dipilih dalam kabatan publik, inilah nuansa yang hendak dituju dakwaan dan tuntutan politik," kata Anas membacakan nota pembelaan (pledoi) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (18/9/2014).

Noriyu dan Anas Tak ada Hubungan Khusus

KONFRONTASI - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Rikwanto, mengatakan anggota  DPR RI Fraksi Partai Demokrat Nova Riyanti Yusuf atau biasa disebut Noriyu membantah adanya hubungan khusus antara dirinya dengan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum seperti yang ditudingkan M Nazaruddin.

"Dia menyatakan tidak ada hubungan dengan Anas, hanya sebatas kader Partai Demokrat saja," ujar Rikwanto di kantornya di Jakarta, Rabu, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Noriyu pada Selasa (16/9).

Akankah KPK Jerat Mertua Anas?

KONFRONTASI-Putusan hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi masih ditunggu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjerat mertua Anas Urbaningrum, Attabik Ali.

Pasalnya, jaksa KPK membacakan surat tuntutan Anas mematahkan keterangan Attabik mengenai duit dolar yang digunakan untuk membeli tanah di Mantrijeron, Yogyakarta.

"KPK akan lihat, apa putusan hakim terhadap fakta itu dan baru kemudian mengambil langkah hukum selanjutnya," kata Bambang melalui pesan singkat, Senin, (15/9).

Anas: Tidak Tepat Terdakwa Dikenakan Obstruction of Justice

KONFRONTASI - Anas Urbaningrum mengatakan, bahwa dugaan obstruction of justice, tidak tepat jika dikenakan kepada seorang terdakwa. Lantaran terdakwa mempunyai hak ingkar yang dijamin oleh undang-undang. Anas merasa tidak pernah menghalang-halangi atau menghambat proses peradilan terkait perkaranya. Hal tersebut masuk ke dalam pertimbangan hal yang memberatkannya dalam surat tuntutan Jaksa.

Jaksa KPK Rampas Tanah Milik Mertua Anas Urbaningrum

KONFRONTASI - Setela dituntut 15 tahun penjara, Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi juga akan merampas harta kekayaan terdakwa perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji dalam proses perencanaan Hambalang atau proyek-proyek lainnya dan pencucian uang Anas Urbaningrum untuk negara.Jaksa menilai Anas terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang.

Pages