12 December 2019

Anas Urbaningrum

Anas: Demokrat WO untuk Dapatkan Kursi Pimpinan DPR

KONFRONTASI - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum turut mengomentari peristiwa politik mutakhir, terutama pemilihan pimpinan DPR yang menempatkan politikus Partai Demokrat Agus Hermanto sebagai salah satu ketua. Lewat akun Twitter @anasurbaningrum dengan tagar 'fulitik',  menilai, terpilihnya Agus Hermanto sebagai salah satu Wakil Ketua DPR mengonfirmasi makna walk out Fraksi Demokrat saat Paripurna RUU Pilkada.

Meski Belum Terima Salinan Putusan Hakim Tipikor, Anas Tetap Banding

KONFRONTASI - Meski belum mendapat salinan putusan, Anas Urbaningrum  tetap akan mengajukan banding. "Belum, belum (dapat salinan putusan). Tapi kami punya transkipnya. Jadi (pengajuan banding) pakai itu," ujar Kuasa Hukum Anas Urbaningrum, Handika Honggowongso  di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (1/10/2014).

Handika mengatakan, meski belum dapat salinan putusan dari putusan pengadilan tingkat pertama atau pengadilan Tipikor, pihaknya akan mendaftarkan banding Anas siang ini. Menurutnya, pengajuan banding itu agar terdaftar dan diadministrasikan di PN Jakarta Pusat.

Banyak Yang Aneh-aneh dari Kasus Anas Urbaningrum

KONFRONTASI - Kasus yang menimpa mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum banyak keanehan dan cacat hukum. Proses dalam kasus tersebut dinilai sudah tidak normal sejak dari awal.

"Sejak awal, sejak dua tahun lalu, sudah saya perkirakan kasus Anas ini ada abnormality process," kata kuasa hukum Anas Urbaningrum, Firman Wijaya dalam diskusi yang digelar oleh Korps Alumni HMI (KAHMI) bertema 'Eksaminasi Vonis Anas Urbaningrum', di KAHMI Center, Jln. Turi I No 14 Blok S, Jakarta Selatan, Selasa (30/9/2014).

Anas Urbaningrum Ajukan Banding Terkait Vonis 8 Tahun Hakim Tipikor

KONFRONTASI - Handika Honggowongso, pengacara Anas Urbaningrum akan segera mendaftarkan banding atas putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.

Keputusan itu diambil Anas setelah melakukan pengkajian dan berbagai pertimbangan. "Mas Anas mengajukan banding," kata Handika Honggowongso melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin (29/9/2014).

Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada Rabu 24 September 2014 menyatakan Anas terbukti melakukan tindak pidana korupsi, terkait penerimaan gratifikasi dan pencucian uang.

Terkait Vonis Dirinya, Anas Sebut Hakim Ikuti Kehendak Nazar

Konfrontasi - Anas Urbaningrum kembali berkicau lewat akun twitter pribadinya. Setelah divonis 8 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (24/9).

Memang Anas tidak menuliskan langsung. Tetapi, Anas memberi catatan ke admin yang kini mengelolan akunnya @anasurbaningrum.

Anas menyebutkan bahwa putusan hakim mencerminkan kalau fakta hukum yang digunakan berdasarkan ocehan Nazaruddin.

GPII: Penguasa Lengser, Anas Bebas

KONFRONTASI - Anas Urbaningrum dinilai banyak pihak sebagai korban konspirasi politik penguasa. Pasalnya, Anas diangap mengancam dinasti politik penguasa. Demikian penilaian Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) menanggapi vonis delapan tahun majelis hakim tipikor, kemarin.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis delapan tahun penjara terhadap Anas. Anas dijatuhi denda pidana sebesar Rp300 juta. Jika tidak dibayar, maka harus diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan penjara.

Ruhut Minta Anas Terima Vonis Hakim Tipikor

KONFRONTASI -  Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul meminta Anas Urbaningrum menerima saja vonis delapan tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim Tipikor. Pasalnya, peluang Anas mendapat vonis lebih ringan, apalagi bebas, sangat kecil. Malahan, mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu bisa dihukum lebih berat lagi kalau sampai mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Tantangan Mubahalah Anas Dalam Kacamata Islam

Konfrontasi – Pernyataan Anas Urbaningrum untuk menantang pengadilan dan jaksa penuntut bersumpah memberikan warna baru bagi penindakan korupsi di Indonesia. Anas menantang kedua pihak tersebut bersumpah Mubahalah untuk menerima kutukan apabila berdusta di muka pengadilan.

"Karena sebagai terdakwa saya yakin, jaksa penuntut juga yakin, majelis juga yakin. Karena itu di akhir persidangan, saya mohon untuk diberikan waktu untuk Mubahalah. Siapa yang salah itu yang akan menerima kutukan," tutur Anas saat pembacaan pembelaa, Rabu malam (24/9).

Demokrat Berduka Terkait Vonis Anas

KONFRONTASI - Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan pihaknya menghormati vonis delapan tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor kepada Anas Urbaningrum."Kami hormati putusan majelis hakim tindak pidana korupsi," kata Ruhut Rabu 24 September 2014 malam.

Ruhut enggan mengomentari lebih jauh terhadap vonis mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. Sebab, kata dia, vonis Majelis Hakim Tipikor itu belum berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Tolak "Sumpah Kutukan" Anas, Bambang KPK Puji Kecerdasan Hakim

KONFRONTASI - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto memuji kecerdasan Majelis Hakim yang menolak permintaan Anas Urbaningrum untuk melakukan mubahalah, atau sumpah kutukan atas putusan yang telah dijatuhkan sudah tepat.

Mubahalah adalah dua pihak yang saling memohon dan berdoa kepada Allah, agar melaknat dan membinasakan pihak yang dusta, atau menyalahi pihak kebenaran.

Pages