15 December 2019

Usulan Menteri Rini Soal PMN Rp72,9 Triliun untuk BUMN Patut Dicurigai

KONFRONTASI-Usulan Menteri BUMN Rini Soemarno tentang dana penyertaan modan lenagar (PMN) Rp 72,9 triliun untuk 35 perusahaan pelat merah harus dikritisi. Wakil Ketua DPR Fadli Zon bahkan meminta komisi di DPR yang membidangi BUMN ataupun yang mengurusi keuangan negara untuk menolak usulan PMN bagi BUMN yang tak layak.

"Harus kritis, kalau tidak layak diterima di-cut (potong, red) saja. Apalagi sudah go public, untuk apa mereka menerima (PMN), mereka harus bersaing, usaha mendapat keuntungan, bukan disuntik oleh negara," kata Fadli di gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/2).

Fadli menambahkan, dirinya tak mempersoalkan PMN itu untuk menggerakkan berbagai sektor, baik infrastruktur, pertanian ataupun sektor lain untuk mensejahterakan rakyat. Namun, dari besarnya dana yang diusulkan, Fadli ragu PMN itu demi program-program pro-rakyat.

"Ini bisa jadi skandal besar, mungkin skandal terbesar dalam sejarah Republik Indonesia. Adanya Rp 72 triliun PMN di dalam BUMN, yang biasanya hanya Rp 7 triliun.  Dulu Bank Century saja yang Rp 6,7 triliun ramainya bukan main. Apalagi ini Rp 72 triliun," jelasnya.

Karena itu Fadli mengingatkan teman-temannya di Komisi VI DPR agar jeli dalam melihat BUMN yang masuk daftar penerima PMN. Sebab, jangan sampai dana puluhan triliunan menjadi sia-sia di tangan perusahaan negara yang belum dipastikan profesionalitasnya.

"Apalagi cuma menggarami air di luat dengan BUMN yang sekarang kita anggap belum tentu profesional. Ini bisa menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah republik kita," tandasnya.[mr/jpn]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...