20 November 2019

Terbukti, Analisis Rizal Ramli soal Kesalahan Resep IMF. Malah Boediono Setelah 20 Tahun Baru Akui Resep IMF Salah. Boed Tak Becus !

KONFRONTASI- Mantan Wakil Presiden Boedioni sepertinya baru sadar bahwa resep ekonomi yang disuguhkan IMF untuk menangani krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1997-1998 salah dan justeru merugikan Indonesia. Parah dan telat mikir  karena baru kali ini Boediono menilai IMF salah dalam menghadapi krisis moneter di Indonesia pada 1997-1998. Waktu itu, IMF menyarankan agar Indonesia menutup 16 bank kecil yang memiliki aset 3-4 persen dari total aset perbankan nasional, namun tanpa payung pengaman. Boediono sungguh tidak becus, tipe ekonom neoliberal yang textbook, sangat memalukan !


Dalam hal ini, Ekonom senior Rizal Ramli (RR)  sendiri  sejak awal menolak mentah-mentah resep yang disuguhkan IMF tersebut karena sadar betul resiko yang harus ditanggung bangsa ini. Rizal Ramli satu-satunya ekonom Indonesia  yang menolak pinjaman IMF di pertemuan para ekonom di Hotel Borobudur  dengan Managing Director IMF Camdesus bulan 0ct 1997, sebelum Camdesus bertemu Pres Soeharto di Istana. Ekonomi akan semakin rusak dibawah IMF. Ternyata semuanya terbukti. (Baca pernyataan RR di media-media nasional mid-October 1997, “IMF bukan Dewa Penolong, Tapi Dewa Amputasi berbiaya mahal,’’ tegas RR, mantan Menko Ekuin.
RR pada 1998 menegaskan bahwa keputusan untuk mengundang dan meminjam dari  IMF merupakan kesalahan terbesar Prof Widjoyo dkk yang membujuk Pres Soeharto untuk mengundang IMF. Pasalnya, IMF menyarankan berbagai program kebijakan yang tak masuk akal dan malah membuat kondisi ekonomi nasional justru semakin terpuruk.

Bulan October 1996, Rizal Ramli sebagai Chairman Econit Advisory Group sudah mengeluarkan 100an halaman forecast utk ekonomi Indonesia: “1997: The Year of Uncertainty”. Bahwa ekonomi Indonesia akan mengalami krisis ekonomi 1997-78. Tidak ada yang percaya, tetapi ternyata semuanya terjadi !!
Forecasting  RR Oct 1996  tentang ekonomi 1997 itu dibantah-bantah oleh Depkeu, BI ,  analis asing dengan alasan analisis RR itu mengada-ada & tidak benar. Bahwa Fundamental ekonomi Indonesia kuat. Mereka berbohong dan kebohongan itu didukung oleh pujian-pujian IMF & Bank Dunia. Ada 3 points RR : utang swasta, current account defisit, overvalued Rupiah. Akhirnya sesuai ramalan RR, terjadi krisis besar 1997/1998. Ekonomi anjlok dari rata 6% ke -13% krn salah saran & kebijakan IMF. Utk selamatkan bank2,  BLBI disuntik $80 milyar, biaya penyelamatan bank terbesar relatif GDP, perusahaan banyak yg bangkrut, penggangguran naik 40%.
Kini Boediono mengaku, saran IMF tersebut justru memberikan dampak psikologis bagi masyarakat di Indonesia. Bahkan, setelah 16 bank ditutup. masyarakat semakin enggan menyimpan dananya di bank nasional.
"Pada waktu itu resep ronde pertama salah. Untuk 16 bank yang 3-4 persen dari aset bank tanpa ada payung pengamannya," ujar Boediono dalam pembahasan mengenai turbulansi ekonomi di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (28/11/18). Celaka, pengakuan Boediono sudah telat dan terlalu lambat, sedagang bangsa kita jadi korban resep IMF yang salah itu, sungguh dosa sangat besar. (FF)

 

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...