29 February 2020

Soal PPh, Rizal Ramli: Kok ilmunya hanya Janji-janji dan Iming-iming?

KONFRONTASI- Rencana untuk menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) Badan sudah muncul sejak lama. Namun sampai saat ini, belum ada tanda-tanda tarif pajak bagi korporasi akan turun.

Tarif pajak yang diberlakukan di Indonesia tergolong tinggi, dari kacamata kalangan pengusaha. Tarif pajak badan yang ditetapkan sebesar 25%, jauh lebih tinggi dari negara-negara tetangga.

Dalam kaitan ini, ada  komentar Rizal Ramli soal PPh tersebut, ''Kok ilmunya hanya janji-janji dan iming-iming, berulang pula setiap 5 tahun. Paten kali ? ‘’ sindir tokoh nasional Rizal Ramli.

‘’Capres 01 mengeluh: Rencana utk menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) Badan sudah lama. Namun sampai saat ini, belum ada tanda-tanda tarif pajak bagi korporasi akan turun,’’ ujar RR, Menko Ekuin era Presiden Gus Dur.

Dalam hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menggelar Gala Dinner US-Indonesia Society di Washington DC, Amerika Serikat awal tahun ini bahkan menyebut, banyak pengusaha yang masih mengeluhkan hal ini.


"Banyak yang tanya ke pak Jokowi. Melihat AS turunkan rate-nya, kemudian Singapura juga 17%, AS 21%. Nah kenapa Indonesia 25%? Iu tinggi sekali. Terutama dunia usaha yang bertanya," kata Sri Mulyani.

"Banyak yang tanya ke pak Jokowi. Melihat AS turunkan rate-nya, kemudian Singapura juga 17%, AS 21%. Nah kenapa Indonesia 25%? Iu tinggi sekali. Terutama dunia usaha yang bertanya," kata Sri Mulyani.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang berbicara dalam kapasitasnya sebagai incumbent, mengutarakan kekecewaannya lantaran rencana penurunan tersebut sampai saat ini belum terealisasi.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...