10 December 2019

Sesudah Jotosan Politik Megawati untuk Jokowi, Apa Respon Istana Presiden?

KONFRONTASI- Inilah jotosan politik ala Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.  Ibu kandang Banteng ini menyampaikan ancaman tersirat kepada Presiden Jokowi, yang merupakan kader PDIP. Jika tak bersedia jadi petugas partai, Megawati mengintruksikan agar setiap kader Banteng, termasuk Jokowi sendiri, harus keluar dari PDIP. Ada apa?

Dalam perspektif politik, itulah 'bogem mentah' yang dilayangkan oleh Megawati agar Presiden Jokowi 'tidak mbalelo' sebagai petugas PDIP, selama menjalankan kuasa dan pemerintahan.

"Ingat kalian adalah petugas partai. Petugas partai itu adalah perpanjangan tangan dari partai. Kalau ada yang tidak mau disebut sebagai petugas partai, silakan keluar dari partai !," tegas Mega pada penutupan Kongres IV di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali.

Megawati menegaskan, semua kader PDIP yang menduduki jabatan, baik di legislatif maupun di eksekutif untuk semua tingkatan dari rendah hingga tertinggi adalah petugas partai. Dan Jokowi diminta memenuhi janji kampanyenya agar tidak mencederai harapan rakyat dan asa PDIP sendiri.

Dalam membaca situasi, Megawati telah melihat Jokowi ditekuk-tekuk oleh tokoh yang disebut Trio Singa yang dianggap kuat bercokol di Istana, selain 'ditekuk-tekuk' para penumpang gelap dalam pemerintahannya.
Akibatnya, Megawati membiarkan para politisi PDIP untuk kerap melontarkan kritikan ke menteri-menteri Kabinet Kerja, termasuk 'Trio Singa', yakni Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Seskab Andi Widjajanto.

Hal ini mengindikasikan bahwa PDIP gerah dengan keberadaan Trio Singa itu, sebagaimana diakui oleh alumnus GMNI Prof Ikrar Nusa Bhakti dari LIPI.

Jika Jokowi tak melaksanakan kehendak Megawati untuk menggeser Trio Singa itu, hampir pasti PDIP bakal kecewa, dan seruan pemakzulan (impeachment) bakal ramai dilontarkan para politisi Banteng dengan orkestra simbolik dari Megawati sendiri.

Itulah bogem mentah dari induk kandang Banteng untuk Presiden Jokowi, dalam kongresnya di Bali kemarin. Megawati sudah melayangkan pukulan 'bogemnya' yang simbolik, kepada Jokowi, Trio Singa dan penumpang gelap di pemerintahannya hari-hari ini.

Nasib Trio Singa dan penumpang gelap dalam persepsi elite PDIP, kini ada di tangan Jokowi, dan untuk sebagian tergantung dari tekanan dan sodokan dari kandang Banteng sendiri.

Sang induk Banteng sudah bertitah, Jokowi mungkin melawan dengan cara kultur Jawa, mungkin sukarela malah menyembah. Publik masih menanti respon politiknya terhadap perintah simbolik sang ''Ibu Suri'' sendiri.

Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bakti menduga pernyataan Megawati itu mengarah kepada tiga orang yang kini ada di lingkaran Istana. Mereka adalah: Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Menteri BUMN Rini Soemarmo dan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan. "Ini dari pengamatan saya, sepertinya yang disebut Ibu Mega adalah Trio Singa, Andi Widjajanto, Rini Soemarno, dan Luhut Panjaitan," kata Ikrar seperti dilansir Metro TV, Jumat (10/4/2015).

Sejatinya, Trio Singa itu adalah orang-orang kepercayaan Megawati. Andi Widjajanto merupakan putra dari Theo Syafei, orang dekat Megawati yang kerap membantunya. Sedangkan, Rini Soemarno dan Luhut Panjaitan, selama ini dikenal sangat dekat dengan putri Presiden RI Pertama Soekarno itu.

Trio ini, lanjutnya, diduga sebagai orang yang menusuk dari belakang karena menutup keran informasi akses komunikasi partai politik pengusung dengan Jokowi. "Mereka ini yang diprediksi karena menghalangi komunikasi partai politik pendukung dan Presiden Jokowi," ujar Ikrar.

Trio Singa adalah musuh politisi kandang Banteng yang terus disorot publik sebab mereka dianggap menusuk dari belakang. (k)

 

 

 

 

 

 

 

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...