14 December 2018

Rizal Ramli: Pak Jokowi Harus Fokus Pada Komoditas Impor yang Gede-Gede atasi Defisit Neraca Berjalan dan Pelemahan Rupiah

KONFRONTASI- Mantan Menko Kemaritiman  Rizal Ramli  (RR) dalam dialog di TV One malam ini menyarankan  kepada pemerintahan Pak Jokowi sejumlah langkah krusial untuk mengatasi pelemahan rupiah  terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang makin dalam.

RR menyarankan pemerintah fokus pada komoditas impor yang besar-besar, seperti mobil dan baja.

"Kenapa tak fokus sama yang gede-gede, 10 impor Indonesia paling besar. Contohnya, baja dan turunan baja, impornya 10 miliar dollar AS," tutur Rizal.

Untuk soal baja, Rizal menyinggung perusahaan Krakatau Steel yang merugi bersama pabrik baja lain di Indonesia. Mereka merugi karena pasar Indonesia diserbu oleh baja asal China yang kelebihan kapasitas dan menjualnya dengan harga murah, menyebabkan pabrik baja dalam negeri kehilangan daya saing.

"Baja impor kita kalah USD 10,6 miliar. Ambil dong langkah, impor pasti berkurang, dari USD 10 bilion menjadi US$ 5 milyar," tegas Rizal.

"Fokus dong itu, ambil langkah kebijakan tarif anti dumping. Kalau dilakukan, impor baja bisa dikurangi 5 miliar dollar AS. Belum lagi mobil, penjualan mobil kan tinggi sekali. Kita kenakan pajak impor atau pajak pembelian," ujar Rizal.

Rizal Ramli, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu,  menyebut kebijakan pemerintah dalam bentuk penetapan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Impor tidak efektif memperbaiki posisi neraca perdagangan.

Tarif PPh Impor ditujukan bagi 1.147 komoditas impor barang konsumsi agar pertumbuhan impor tidak terlampau tinggi dan neraca perdagangan tidak mengalami defisit.

"Total dari impor 1.147 komoditas itu hanya 5 miliar dollar AS  sedang current account defisit -$8 milyar. Dengan langkah yang diambil oleh pemerintah, paling impor hanya berkurang 500 juta dollar AS," kata Rizal.

Rizal mengungkapkan, dari data terakhir defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) sudah menyentuh 5 miliar dollar AS. Kemudian Bank Indonesia sebelumnya juga telah memperkirakan CAD bakal semakin melebar hingga akhir tahun ini, mencapai sekitar 20 miliar dollar AS.

Rizal menuturkan agar langkah-langkah Menkeu  Sri Mulyani tidak  behind the curve alias tidak telat mikir (telmi) sehingga penguatan kembali rupiah bisa dilakukan.

RR menilai Gubernur BI sudah  ahead the curve dimana  Bank Indonesia proaktif, di depan kecenderungan, karena menaikkan tingkat bunga duluan.’’ Itu menolong memperbaiki ekspektasi," ujar RR (FF)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...