12 December 2019

Rizal Ramli: Kalau Mau Perbaiki Perdagangan, Ya Pecat Saja Enggar!

KONFRONTASI-Ekonom senior Rizal Ramli menegaskan, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sebesar 4,5 Persen. Hal ini menurutnya terjadi karena adanya beberapa faktor, yakni salah satu ekonomi makro yang terus menurun seperti current account defisit (CAD) merosot ke USD 8 miliar.

“Kami ingin mengatakan bahwa ekonomi Indonesia akan nyungsep, paling hanya 4,5 persen. Karena sampai sekarang pun baru 5,05 persen,” tegasnya, dalam acara diskusi di Kawasan Tebet, hari ini.

Adapun menurutnya, hal ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah jangan sampai kondisi ini membuat Indonesia harus mengalami krisis seperti 1997 dan 1998.

“Indikator makro menunjukkan makin merosot. Grafik CAD makin merosot sampai terakhir USD 8 miliar. PDB juga meningkat lumayan besar dan ini membahayakan. Dulu juga terjadi 1998 kayak gini. Cuman seperti biasa pejabat kita kepedean sibuk bantah-bantah,” ketus Rizal.

Rizal juga menambahkan, pemerintah ke depan harus memperbaiki seluruh komponen ekonomi makro agar pertumbuhan semakin besar. Selain itu, dia juga meminta pemerintah tidak menjadikan ekonomi sebagai proyek.

“Saya ingin mengatakan bahwa ekonomi bukan proyek. Mohon maaf ekonomi bukan hanya itu, tapi indikator lain juga seperti daya beli, pekerjaan dan macam-macam. Kalau hanya proyek bisa jebol nanti,” pungkasnya. 

Selain itu, Rizal juga menjelaskan adanya tumpang tindih antara dua kementerian, yakni Kementerian Perindustrian dan Perdagangan. Dimana menurutnya, di sejumlah negara dua lembaga tersebut digabungkan seperti halnya Ministry of International Trade and Industry (MITI). Hal ini penting karena menurutnya dua kementerian tersebut tak jauh berbeda jenis pekerjaannya.

“Perdagangan dan perindustrian itu pada dasarnya hampir sama, yang satu bicara industri, dan yang satu bicara perdagangan. Tapi yang terjadi industrinya kemana, perdagangan juga makin asik impor-impor barang, dan inilah yang menyebabkan terjadinya kerugian di sektor ekonomi kita. Makanya kalau mau memperbaiki di sektor perdagangan.. ya pecat saja Enggar!,” tukasnya.

Adapun alasan Rizal mengatakan hal tersebut karena menurutnya, kebijakan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita selalu merugikan masyarakat Indonesia, terutama para petani. “Ya.. bagaimana tidak, beberapa tahun lalu kan, musim hujan bagus, tapi impor pangan, terutama beras jor-joran, akibatnya apa, stok barang di Bulog berlebihan, harga beras kita jatuh, yang dirugikan petani.. kok gak mikir,” tutup Rizal. (mr/indokt)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...