Pengadilan Korupsi di China Seret Nama Menteri Rinso, KPK Harus Bertindak

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak mengusut Menneg BUMN Rini Soemarno (Rinso) setelah namanya disebut dalam fakta persidangan pengadilan kasus korupsi di China.

Anggota Komisi XI DPR, Eva Kusuma Sundari, mengatakan KPK tidak bisa lepas tangan dalam kasus tersebut mengingat lembaga antirasuah itu terlibat dalam memberikan rekomendasi atas para calon menteri kabinet. Apalagi, ujarnya, persoalan moralitas menjadi sangat penting bagi seorang pejabat negara sebagaimana dicontohkan oleh Presiden Jokowi sendiri.

KPK wajib menelusurinya karena lembaga itu yang meloloskannya jadi menteri kabinet. Fakta integritas seharusnya juga menjadi ukuran bahwa dirinya bermoral baik, ujar Eva dilansir Bisnis, Rabu (13/4/2016).

Eva juga meminta Rini Soemarno untuk memberikan klarifikasi agar publik mengetahui sejauh mana keterlibatannya dalam kasus korupsi tersebut kalau fakta itu memang ada. “Rini tidak bisa diam seperti halnya dalam kasus Panama Papers yang juga menyebutkan namanya,” ujar Eva.

Sementara itu, anggota DPR Darmadi Durianto menduga bahwa dalam kasus tersebut ada pemberian komisi dalam memuluskan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung.

“Dugaannya adalah commision fee. Tapi Rini harus klarifikasi atas hal ini supaya tidak simpang siur,” ujarnya.

Untuk itu, kata Darmadi, KPK bisa saja menindaklanjuti temuan itu, terlebih jika ada masyarakat yang melaporkannya. Saat ditanya apakah Rini Soemarno bisa dikatakan menerima gratifikasi dalam hal tersebut, Darmadi mengaku dirinya enggan berspekulasi lebih jauh.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa dalam pemeriksaan oleh Gubernur Provinsi Hainan, China, pertengahan Januari 2016 lalu, Ji Wenlin dan Zhou Yong Kang, terbukti melakukan korupsi. Keduanya melontarkan pengakuan mengejutkan dengan menyebutkan bahwa mereka melakukan pengiriman uang ke rekening Rini dengan jumlah US$5 juta.

Update:

Bruderect Klarifikasi Berita Menteri Rini dan Koruptor China

Berita kedekatan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dengan koruptor asal China dipastikan artikel palsu.

Berdasarkan keterangan resminya, Brudirect menyebutkan "Terkait artikel berita yang muncul sebelumnya dalam kanal berita ini, kami ingin mengklarifikasi bahwa artikel tersebut sama sekali bukan hasil karya jurnalistik redaksiBrudirect.com maupun Reuters,” tulis keterangan tersebut, seperti dikutip dari Brudirect, Rabu (13/4/2016).

Redaksi Brunei Direct menjelaskan, situs mereka telah dibajak selama beberapa minggu terakhir.

Sehingga banyak artikel yang tidak diketahui asal-usulnya bisa muncul sendiri di portal berita mereka.

Mengenai isi berita tersebut, redaksi portal berita asal Brunei Darrusalam tersebut tidak mengomentari benar atau salah.

Namun begitu, redaksi menyesal bahwa artikel yang muncul di situsnya telah membuat kehebohan dan membingungkan banyak pihak.

“Kami masih dalam proses membereskan masalah dalam server kami ini. Kami sangat menyesal atas kekacauan dan kebingungan yang kami buat,” pungkasnya

[mr/solo]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA