13 December 2019

Partai Gelora Punya Tradisi Voluntary untuk Pendanaan, Bukan dari Cukong

KONFRONTASI -   Susunan kepengurusan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia tingkat nasional telah terbentuk, dengan Anis Matta sebagai ketua umumnya. Sedangkan Fahri Hamzah didapuk sebagai Wakil Ketua Umum, Mahfud Sidiq sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora, dan Ahmad Riyaldi sebagai Bendahara Umum (Bendum).

Kepada awak media disela-sela acara syukuran Hari Pahlawan yang digelar Partai Gelora dibilangan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/2019), Fahri menyebut banyak tokoh mulai yang ada di pusat sampai wilayah, tokoh pesantren, agamawan hingga kiai yang terbabung dalam Partai Gelora.

“Kami mulai dulu dari yang ada, karena kami nggak mau mengungkap komunikasi kita. Misalnya dengan bang Demiz (sapaan Dedi Mizwar), itu komunikasi udah 10 tahun. Kita ngobrol bersama penyatuan hati, meskipun ada transisi, pak Demiz sendiri saat itu kami sudah menarik ke PKS, tapi di PKS dibuang gitu aja, dan beliau ada pertanyaan, kurang apa saya? Kok ditolak PKS? Nah ini kita buka, payung besar, insyaallah akan kita buka,” katanya.

Ketika ditanya mengenai klaim yang mengatakan bahwa Gelora banyak menampung dari PKS, Fahri enggan menyebutkan. Sebab, imbuh Fahri, dirinya meyakini kasus pemecatan dirinya maupun Anies Matta dari partai pimpinan Sohibul Iman itu akan membuat kader PKS yang sejatinya kolega politiknya akan mencari apa yang sejatinya.

“Masalahnya kan PKS tidak bisa menjelaskan soal dasar. Kenapa dia menyingkirkan saya dan Anis misalkan, nggak bisa dijawab kan? Ya pastilah banyak orang bingung, dan akan menimbulkan pertanyaan soal rangkaian kebohongan yang diproduksi.
“Jadi, itu lah yang menyebabkan kami percaya dan taulah warna dari teman-teman itu saya kira mereka akan mencari apa yang sejati,” ucapnya.

Disinggung mengenai sumber dana Partai Gelora, inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) itu mengatakan bahwa di Partai Gelora punya tradisi voluntary yang luar biasa, untuk mendanai sejumlah kegiatan mulai dari syukuran di kafe hingga acara di hotel.

“Terus terang kami mau bantah asumsi lama soal politk itu harus ada cukong, ini ngga ada. Itu adalah pasar ide. Jadi yang penting idenya dulu apa, mampu nggak anda artukulasikan keadaan masyarakat yang memungkinkan partai ini dipilih dan digandrungi oleh masyarkat,” sebutnya.

Menurut Fahri, dana partai itu sudah ada Undang-Undang (UU) nya dan para pengurus Partai Gelora mengumpulkan dana sesuai UU.

“Jadi teori kalau anda nggak kaya ngga bisa bisa bikin partai, itu menurut saya kita bantah itu. Jadi kita harus kembangan terlebih dahulu idenya itu apa,” katanya seraya menegaskan bahwa Partai Gelora tidak ingin jor-joran, tetapi ingin terlihat low profile.(Jft/B.Buana)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...