17 October 2018

Membesuk SBY, Rizal Ramli Nostalgia dan Bicara Capres Alternatif

KONFRONTASI- Tokoh nasional yang juga Mantan Menko Perekonomian/Menko Kemaritiman Rizal Ramli PhD (RR) menengok (membesuk) Mantan Presiden RI (2004-2014) Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (19/7/18). Saya mendampingi Dr Rizal Ramli (RR) yang menyempatkan waktu untuk menjenguk sahabat lamanya itu.  Begitu tiba di ruang pembaringan/perawatan  Lt 5 RSAPD itu, Pak SBY dan  Ibu Ani SBY tersenyum ramah dan menyentuh,  suasana hening  pun pecah menjadi sangat hangat dan seolah seperti  pertemuan keluarga dekat yang sulit dikisahkan dengan kata-kata, Ada keheningan dan keharuan yang tak terucapkan. Pak SBY berpelukan dengan RR  seraya cipika-cipiki, demikian halnya Ibu Ani Yudhoyono dengan RR yang berjabat tangan dan berbicara dengan rasa hati, sungguh akrab  seperti  kakak adik yang lama tak bertemu.

Di ruang perawatan Jenderal Purn TNI yang suka  berpuisi dan seni itu,  ternyata sudah ada sejumlah politisi Partai Demokrat di dalamnya antara lain Didi Irawadi Syamsuddin, Rachland Nasidhik, Andi Arif, Ferdinand Hutahaean , Jansen Sitindaon, dan sebagainya yang tak mungkin saya sebut semua. ‘’Sakit saya ini kena virus bakteri  epidemik dan virus politik,’’ seloroh SBY sambil senyum.

Pak SBY meminta Rizal Ramli menjelaskan situasi ekonomi dan politik kini. Dengan tenang, RR menyampaikan pandangan dan perspektifnya mengenai kondisi ekonomi dewasa ini yang terus melemah dimana daya beli rakyat merosot, current account deficit, neraca perdagangan deficit, primary balance juga negative dan keterpurukan ekonomi akibat utang makin berat. Ibu Ani tampak khidmat menyimak, begitu pula seluruh politisi Demokrat yang ahdir di situ. RR berbicara  situasi ekonomi-politik secara jernih dan bernas  sehingga mudah dimengerti oleh semua yang mendengarkan. Bahkan beberapa politisi Demokrat bertanya atau meberi respon atas paparan RR.

 

RR menegaskan ekonomi era Jokowi terus melemah,  sudah setengah lampu merah, namun dia tidak ingin Jokowi jatuh di tengah jalan, jadi harus kita sabar semua untuk mengikuti pemilu/pilpres 2019 kalau ingin ganti presiden. ''Namun seandainya saya Pak Jokowi, maka saya tidak akan maju lagi karena ekonomi sudah terpuruk setengah lampu merah dan siapapun yang terpilih di Pilpres 2019, bakal menghadapi masalah/tantangan ekonomi yang sangat berat, bahkan bisa terjadi chaois/huru-hara bernada SARA (suku,agama, ras, antargolongan),'' tuturnya. ''Kalau Pak Jokowi terpilih lagi, saya khawatir dia jatuh tidak sampai setahun di kekuasaan akibat krisis sosial- ekonomi itu,''imbuhnya.

Namun RR tak ingin dan tak mau Jokowi dijatuhi penjara kalau jatuh di tengah jalan. ''Saya dan Pak SBY pasti akan mencegahnya, tak boleh ada presiden RI dipenjara, apapun kesalahannya demi harkat-martabat dan wibawa dan dignity negara dan bangsa kita,'' ujar RR.

RR menegaskan, dirinya  tidak mau dan tidak ingin ada Presiden RI di penjara karena salah kebijakan atau salah urus negara, sebab RI bukanlah Korea Selatan. ''Kita, saya dan Pak SBY pasti menjaga dan mencegah  serta tak mau ada presiden dipenjara karena kesalahan/kealpaan dan kegagalan, itu harus saya tegaskan karena penting menjaga martabat/marwah/wibawa  mantan Presiden sebagai simbol negara. Kita juga harus belajar dari kasus Mesir dimana Presiden Muhamad Mursi yang menjebloskan Hosni Mubaran (yang sudah lebih 30 tahun berkuasa di Mesir), akhirnya mendorong para perwira militer menyerang balik Mursi dan mengkudeta lalu membunuh politisi Muslim/PKS Mesir dan memenjarakan Mursi,'' tuturn RR.

DICEGAT PERS SEHABIS  MENJENGUK SBY

Demikianlah, Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli  merasa  iba dan eman ketika menjenguk Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).  Tatkala RR sudah keluar dari ruangan perawatan, ternyata insan pers  pun langsung mencegatnya. RR  menjawab pertanyaan wartawan dengan tenang. RR mengatakan kondisi SBY sudah lebih segar.

"Pak SBY sudah jauh lebih sehat mukanya lebih segar dan kita sebetulnya sahabat lama sejak sebelum reformasi," kata Rizal usai menjenguk SBY di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (19/7/2018).

RR juga sempat bercerita soal persahabatannya dengan SBY yang telah berlangsung lama. Menurutnya, di dalam ruang perawatan dia dan SBY sempat cipika-cipiki.

"Tadi saya tengok saya seneng karena mukanya seger, ekspresinya juga happy banget peluk-pelukan, cipika-cipiki sama saya karena kita sahabat lama banget sebelum reformasi," tuturnya.

RR pun sempat diminta bercerita soal masalah ekonomi hari ini di hadapan para kader Demokrat yang hadir. " Yah,  kami pun menjelaskan hampir 40 menit total, kami jelaskan kondisi ekonomi kita, bagaimana, masalahnya apa. Sederhananya ini setengah lampu merah," ungkap Rizal.

SBY pun, kata Rizal, sempat membahas soal politik. Menurutnya, jika tak siap-siap Jokowi bisa menang lagi.

"Yang kedua ini kan dinamik sekali soal Presiden dan Wakil Presiden. Kalau kita enggak siap, bisa-bisa Pak Jokowi menang lagi," kata Rizal.

Ditegaskan soal pernyataan Jokowi menang lagi, dia mengatakan ke SBY  bahwa  justru pihak yang menang adalah Capres alternatif.

"Saya katakan, jangan-jangan nanti yang menang itu yang Capres alternatif. Nah siapa Capres alternatif, saya bercandain Pak SBY, jangan-jangan yang menentukan Capres alternatif nanti Pak SBY,  dan Pak SBY pun ketawa tergelak," tutur Rizal.

Namun RR membantah, bahwa dia memberikan masukan untuk Capres atau Cawapres yang akan diusung oleh Demokrat. "Enggaklah yang begitu-begitu," katanya.

SOAL CAPRES ALTERNATIF

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mejenguk Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY di RSPAD Gatot Soebroto hari ini, Kamis, 19 Juli 2018.

Rizal pun menceritakan hal yang dibicarakannya dengan presiden ke-6 Indonesia itu. Menurut dia, SBY sempat tertawa terbahak-bahak saat Rizal menyebutnya sebagai tokoh yang menentukan calon presiden alternatif 2019.

Baca: Rizal Ramli Sebut PLN Rugi karena Jokowi Tidak Dengar Nasihatnya

 
Ads by Kiosked
 

"Saya katakan kepada Pak SBY, jangan-jangan nanti yang menang itu capres alternatif. Nah siapa capres alternatif, saya bercandain pak SBY, jangan-jangan yang menentukan capres alternatif nanti pak SBY. Ketawa dia ngakak," kata Rizal usai menjenguk SBY.

Rizal mengatakan kondisi SBY sudah lebih sehat. Keduanya sempat berpelukan sebagai sahabat. "Tadi saya tengok, saya senang karena mukanya segar, ekspresinya juga happy banget, kita berpelukan," ujarnya.

Baca: Survei: Susi dan Rizal Ramli Bisa Saingi Jokowi di Pilpres 2019

Menurut Rizal, ia dan SBY adalah sahabat lama sejak sebelum era reformasi. Keduanya pun sedikit bernostalgia kala bertemu selama satu jam itu.

Rizal dan SBY pernah menjadi menteri di kabinet Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. SBY menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, sedangkan Rizal Ramli menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri.

Selain bernostalgia, Rizal mengaku diminta SBY untuk menjelaskan kondisi perekonomian nasional kepada para kader Demokrat yang hadir di RSPAD. Rizal mengatakan, intinya kondisi ekonomi saat ini "setengah lampu merah".(berbagai sumber)

Oleh  Herdi Sahrasad, dosen senior  Sekolah Pasca Sarjana Universitas Paramadina

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...