19 February 2020

Mahasiswa Menolak Diwarisi Konflik SARA

KONFRONTASI -  Dari acara Jambore Mahasiswa Indonesia yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur terdapat kesamaan pemikiran dan membulatkan tekad para Mahasiswa. Para Mahasiswa tersebut menegaskan bahwa kampus sebagai institusi Akademis adalah benteng Pengetahuan. Sebagai benteng Pengetahuan maka kampus tidak bisa berkompromi dengan kelompok intoleran yang gemar menghakimi  perbedaan pendapat dengan beragam stigma SARA.

Dasar pemikiran mereka beranjak dari sejarah akademis, yang menunjukan bahwa nilai-nilai kebenaran dan peradaban, lahir karena adanya perbedaan cara berfikir dan pendapat. Dengan demikian, bagi mereka, meniadakan perbedaan sama hal nya dengan membunuh ilmu pengetahuan dan menghancurkan peradaban. Dan itu berarti melawan kodrat manusia yang di ciptakan sebagai makhluk yang berfikir.

Mahasiswa peserta jambore tadi menegaskan bahwa sebagai generasi muda telah bersepakat untuk menolak menjadi pewaris yang mewarisi dendam dan kebencian dari ketamakan elit politik saat ini. Mahasiswa juga mengecam seluruh pihak yang menggunakan isu SARA dengan merekayasa konflik SARA sebagai alat politik dari ambisi merebut kekuasaan. Melawan Isu SARA di sisi lain juga menjadi kewajiban mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda pewaris SAH Republik ini.

Poin-poin tersebut merupakan rekomendasi dari hasil Jambore mahasiswa yang mereka adakan. Jambore itu sendiri berlangsung dari tanggal 4 hingga 6 Febuari, di ikuti oleh 3000 Mahasiswa dari 401 kampus di 21 Propinsi.(Jft/IB)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...