17 September 2019

Kereta Cepat Untungkan Cina, Sri Bintang: Kita Stop!

KONFRONTASI -   Ahli Manajemen dan Evaluasi Industri, Sri Bintang Pamungkas menegaskan bahwa Cina menjadi pihak yang diuntungkan dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Untuk itu ia meminta agar proyek itu dihentikan karena tak ada manfaatnya.

“Banyak sekali proyek infrastruktur kita ini yang sembarangan bikinnya. Termasuk yang dibikin Jokowi. Saya gak ngerti itu. Dimana mana dibangun jalan layang. Bikin kemacetan. Dan tidak ada manfaatnya,” kata Sri Bintang dalam diskusi bertajuk Pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung: Mangkrak atau Batal di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (24/12/2018).

Menurut dia, pembangunan berbagai infrastruktur itu termasuk kereta cepat disebutnya mubazir (sia-sia). “Dan itu uang utang semua. Jadi kalau hanya sekadar ditanya kereta mangkrak itu harus distop itu. Kalau dilanjutkan kerugiannya itu lebih besar,” jelasnya.

Sri Bintang berpendapat, alangkah baiknya pemerintah melakukan perbaikan sejumlah rel kereta di berbagai kota. Selama ini menurut dia ruas jalan kereta api yang sempit menghambat moda transportasi kereta tidak bisa melakukan mobilitas secara maksimal.

“Kalau menurut pendapat saya, kita perbaikilah rel rel kota itu. Rel rel kita itu cuma 1 meter kalau nggak salah. Antara kiri dan kanan. Dan itu yang bikin nggak bisa cepet. Jadi kalau mau cepet, coba itu harus dilebarin. Jadi itu dulu yang diperbaikin,” ujarnya.

Baca juga: Alasan NSEAS Menolak Proyek KA Cepat Jakarta-Bandung

Misalnya LRT (Light Rail Transit) yang dari Jakarta sampai Jabotabek yang dikerjakan oleh LBP (Luhut Binsar Panjaitan), menurut Sri Bintang dianggap tidak perlu. Pasalnya, kata dia, jurusan Bogor-Jakarta sudah ada. Maka mestinya Bogor-Jakarta yang harus diperbaiki.

“Diperbaiki dulu itu,” tegasnya. Di mana, lanjutnya, untuk jalur-jalur seperti yang berada di lokasi persimpangan jalan dinaikkan.

“Supaya jalan lintasnya lancar. Seperti yang terjadi di Cikini, misalnya. Nah, itu saja semua diperbaiki. Itu sangat membantu transportation dan kemacetan di Indonesia. Nah, ini saja!”

“Kita bicara mengenai Jakarta-Cirebon, diperbaiki saja itu. Dibikin lebih lebar. Dan industri kereta api Indonesia itu kan sudah maju. Pakailah itu. Jadi apa yang bisa dikerjakan di dalam negeri itu, kita pakai. Nilai tambahnya bisa dinikmati oleh orang Indonesia. Dan kita semakin pinter dengan pengalaman yang luar biasa. Habibi sudah meletakkan dasar dasarnya lo. Ada PT Kereta Api, kemudian PT PAL,” tandasnya.

Mantan anggota DPR RI ini menilai PT PAL selama pemerintahan Jokowi itu disebutnya tidak pernah diberi pekerjaan. Misalnya dalam kasus kebutuhan kapal, pemerintah justru tidak memberdayakan PT PAL, sebaliknya pemerintah justru memesan kapal dari Korea Selatan.

“Ini orang gila ini. Saya sudah nggak bisa ngomong lagi. Ini orang gila,” ungkapnya.

Jadi menurutnya selama ini berbagai proyek infrastruktur, kata dia, pendanaan diperoleh melalui utang sehingga utang kian menumpuk tanpa ini tanpa melihat benefitnya. “Kemudian dibiarkan asing menikmati kita,” kata Sri Bintang.

“Di mana mana kita sudah melihatnya begitu. Dan buntutnya itu agar Cina bisa menguasai,” sambungnya.

Situasi sama dialami oleh negara Afrika. Sri Bintang menjelaskan bahwa saat ini hampir seluruh Afrika sudah dikuasai Cina. Bahkan Zimbabwe lanjut dia, sudah ganti uang Yuan dari Cina. Ini sudah gila,” tegasnya.

“Oke biarlah mereka (negara negara Afrika). Tapi kita nggak mau begitu. Mahatir sudah bener stop. Bukan karena alasan nggak punya uang. Kalau lah kita punya uang kita nggak butuh itu. Kita coba bangkitkan sendiri kemampuan kita. Itu yang harus dipelajari,” ungkapnya.

“Saya khawatir itu semua memang dalam rangka ekspansi Cina. Oleh karena itu saya gak bisa kasih maaf tentang (reklamasi) pulau C dan D. Apalagi sudah dibikin jembatan yang masuk ke Pantai Indah Kapuk. Lalu sekarang ini kereta cepat.”

Dirinya menilai sudah menjadi kewajiban bersama, kalaulah ada Cina Cina mafia di Indonesia yang kemudian ikut membantu RRC (Republik Rakyat Cina) karena dwi kewarganegaraan, “Ya kita harus miskinkan mereka. Kita stop itu. Stop Meikarta,” tegas Sri Bintang.

“Kita nggak tahu kekayaan yang sudah dicuri Lippo dari bangsa Indonesia ini. Mereka pinter main suap, main perijinan dan sebagainya. Orang-orang kita cuma dikasih recehan seperti Bupati Bekasi dan mereka untung miliaran. Itu juga yang terjadi di reklamasi pulau C dan D,” sambung dia.

Bayangin saja, 1 unit tempat tinggal harganya bisa 2 sampai 9 miliar rupiah. Lantas, siapa yang mau masuk ke sana? Jadi, saran dia, Gubernur Anies Baswedan mestinya mempunyai visi untuk memiskinkan mereka. “Ini negara kita,” cetusnya.

Sehingga mereka itu tidak hanya sekadar enggan bercampur dan bergaul, kata Sri Bintang. “Tetapi mereka itu merampok. Dengan satu tujuan yang pasti. Bagaimana bisa menguasai Indonesia,” ujarnya.

“Jadi di kereta cepat itu juga nggak ada ampun,” tandasnya.(Jft/NusantaraNews)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Senin, 16 Sep 2019 - 20:09
Senin, 16 Sep 2019 - 20:05
Senin, 16 Sep 2019 - 19:59
Senin, 16 Sep 2019 - 19:57
Senin, 16 Sep 2019 - 19:53
Senin, 16 Sep 2019 - 19:46
Senin, 16 Sep 2019 - 19:44
Senin, 16 Sep 2019 - 19:41
Senin, 16 Sep 2019 - 19:39
Senin, 16 Sep 2019 - 19:37
Senin, 16 Sep 2019 - 19:35
Senin, 16 Sep 2019 - 19:32