19 November 2019

Kemarin-Kemarin Kita Dipukul Mundur, Saatnya Kita Taklukkan DPR dan Presiden

KONFRONTASI -    Kemarin-Kemarin Kita Dipukul Mundur, Saatnya Kita Taklukkan DPR dan Presiden. Oleh: Yudi Syamhudi Suyuti, Rakyat Pemilik Negara, Penggaji DPR dan Presiden, Pembayar Pajak.

Sejak 24 September 2019 rakyat, mahasiswa, buruh, petani, aktivis, ojek online dan militan aksi STM / pelajar serta kelompok-kelompok perubahan lain berjuang dalam kekuatan rakyat. Target kita tegas : tegaknya kemanusiaan, pemberantasan korupsi, terwujudnya keadilan dan anti penindasan oleh kekuasaan negara.

Dan wujud perjuangan kita adalah melawan itu semua melalui pembatalan dan penolakan seluruh Undang-Undang yang sudah disahkan dan Rancangan Undang-Undang yang menindas rakyat serta hanya menguntungkan penguasa dan konglomerat kriminal. Sekali lagi, semuanya !.

Ini tahapan perjuangan kita. Kita tuntaskan disini dulu sekaligus mengkonsolidasikan kekuatan rakyat hingga benar-benar solid. Setelah itu, kita masuk ke tahapan berikutnya. Itu alami sesuai kehendak rakyat.
Baca Juga :  Jangan Biarkan Negeri ini Dimangsa Serigala dari Utara

Kemarin-kemarin sempat kita dipukul mundur, saat ini kita harus taklukkan mereka. Yaitu Pemerintah dan DPR agar mencium telapak kaki kita, yaitu kaki Rakyat sebagai Pemilik Negara. Dengan membatalkan semua peraturan yang menindas, anti demokrasi dan kemanusiaan serta anti kesejahteraan rakyat.

Jika Presiden dan DPR tidak mau mendengar suara rakyat. Kita lanjutkan pernyataan mahasiswa yang memberikan mosi tidak percaya pada DPR, kita berikan juga mosi tidak percaya pada Presiden. Ini hak Rakyat, haknya pemilik Negara.

Sebenarnya, jika kita semakin sadar saat ini, meskipun kita bergerak non struktural dan tanpa pra kondisi, dengan tujuan yang sama, kita sudah berada dalam sebuah komite besar. Komite tanpa bentuk dan komite perjuangan yang besar. Yaitu Komite Rakyat Pemilik Negara.


(Jft/SuaraMerdeka)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...