21 November 2019

Jilid I Gagal, Jokowi Harus Tempatkan Tim Ekonomi Baru Kabinet Keduanya

KONFRONTASI -   Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy menganggap tim ekonomi kabinet Jokowi jilid I terbukti gagal. Hal itu dapat dilihat dari sejumlah pencapaian dan angka- angka yang diraih mereka. 

Menurut Ichsan, Jokowi sebaiknya menempatkan orang-orang baru pada tim ekonomi di kabinet jilid keduannya.

"Kalau mau sukses dia (Jokowi) mesti cari orang tidak terperangkap ke dalam mainstrem, tidak terperangkap pada apa yang dilakukan jilid pertama,” ujar Ichsan saat berbiancang dengan Haluan.co, Rabu (16/10/2019).

Dikatakan Ichsan, sedianya banyak orang Indonesia yang komptensi tinggi serta mempunyai kecintaan kepada negara lebih tinggi ketimbang menteri di jilid pertama.

“Dalam persoalan ekonomi nasional, carilah mereka orang- orang yang punya reputasi kredibilitas tinggi dalam persoalan perekonomian banyak kok,” saran Ichsan.

Ia berharap, tim ekonomi kabinet jilid II Jokowi, mampu membaca keadaan dan mengimplementasikan gerakan proteksionisme atau bahasa lainya ekonomi nasionalisme.

“Bahkan soal itu ada kajian dari gedung putih sampai dibikin studi sedemikian mendalam tentang ekonomi nasionalisme itu saya persoalkan sejak SBY. Tapi kemudian kita malah mendukung untuk ekonomi internasioanal. Kemudian (orang- orang) itu jadi menteri semua di era SBY dan kemudian jadi menteri di era Jokowi,” paparnya.

Ichsan melanjutkan, keadaan seperti itu menandakan bahwa tim ekonomi di kabinet Jokowi jilid I tidak dapat membaca kemana larinya perekonomian dunia.

"Saya sudah ngomong sejak lama, saya lebih dulu satu generasi perjalan dalam kasus ini. Jadi kalau kita lihat pertarungan bagaimana perekonomian ke depan mestinya kita tidak terperangkap dalam model- model mainstrem,” ungkapnya.

Ichsan menegaskan bangsa Indonesia sebaiknya juga tidak terperangkap dalam model- model yang ternyata tidak berhasil dalam mengangkat harkat marbat bangsa.

“Bahasa saya tidak berhasil membebaskan dari ketertindasan, kebodohan, kemiskinan, ketimpangan dan kehinaan. Selama ini terbukti baik Orba maupun Reformasi gagal menjalankan amanah untuk membebaskan bangsa ini dari itu tadi,” tukasnya.(Jft/Haluan.co)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...