27 February 2020

Gerindra: Sebaiknya Istilah ”Nasionalis Gadungan” Disematkan ke Jokowi

KONFRONTASI -   Ketua DPP Partai Gerindra Nizar Zahro menyebutkan, pidato politik "Nasionalis Gadungan" yang disampaikan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, justru menjadi sindiran bagi presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) serta seluruh partai pengusungnya.

“Apalagi disebut sebagai nasionalis gadungan disebabkan karena diam melihat sikap intoleran. Seperti yang terjadi pada kasus Meiliana. Kasus ini terjadi di pemerintahan Jokowi. Sebagai kepala pemerintahan, Jokowi harus bertanggung jawab,” ucap Nizar di Jakarta, Rabu (13/2).

Baca Juga: Demokrat Nilai Istilah ”Nasionalis Gadungan” Ala PSI adalah Kritik untuk Jokowi

Nasionalisme, dalam pandangan Nizar memiliki dua nilai yaitu yang berlaku dahulu dan saat ini. Dahulu adalah nilai dan semangat bersama untuk mewujudkan bangsa dengan melahirkan kemerdekaan dan mengusir penjajah.

Sedangkan nasionalisme saat ini adalah mengisi kemerdekaan dan mewujudkan kehidupan yang adil makmur.

“Dalam konteks inilah Jokowi gagal membawa negara ini sebagai negara yang adil dan makmur. Keadilan dalam dimensi hukum misalnya, banyak kasus yang tebang pilih,” ujar Nizar.

Baca Juga: PSI: Intoleransi dan Nasionalis Gadungan Musuh Indonesia

Salah satu contoh terbaru adalah kasus hukum yang menerpa musisi sekaligus kader Gerindra, Ahmad Dhani dalam kasus ujaran kebencian. Sedangkan orang-orang yang dekat dengan kekuasaan justru tidak tersentuh oleh hukum.

“Hukum bukan untuk melindungi kawan dan memukul lawan. Jadi patutlah bila Grace Natalie menyematkan (istilah) nasionalis gadungan tersebut pada Jokowi yang penuh pencitraan dan gagal melahirkan kemakmuran bagi masyarakat kelas bawah,” ujar Nizar.(Jft/Gatra)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...