18 October 2019

Catatan Di Balik Keruntuhan Ussr Dan Forward Linkage Bagi Nusantara

KONFRONTASI -    Kita telah bersama melihat bahwa negara sebesar USSR yang lahir dari Revolusi Bolshevik tahun 1917 bisa runtuh. Ada apa di balik keruntuhan itu, tentu saja kita kudu memahami proses dari keruntuhannya. Keruntuhan ideologi komunis dianggap jatuh bersama keruntuhan USSR sebagai negara komunis terbesar dan pertama di dunia. Bahkan tanda-tanda keruntuhannya telah tampak semenjak pemerintahan masih dipegang oleh Nikita Kruschev. Beliau Presiden Uni Soviet berpengaruh. Dan beliau salah satu bagian dari 3K yang paling berpengaruh di dunia –Kruschev, Karno (Soekarno), dan Kennedy.

USSR pada saat dikendalikan Mikhail Gorbachev mengalami masalah yang sangat kompleks. Ia memiliki beban tanggungan dalam dan luar negeri yang harus segera diselesaikan. Dan karena ketidakmampuan sosialis-komunis menyelesaikan masalah-masalah tersebut sesegera mungkin, Gorbachev menerapkan cara lain yang lebih terbuka dan melibatkan rakyat sebagai bagian dari negara.

Beban masalah dalam negeri yang sangat berat merupakan masalah ekonomi yang terus memburuk, birokrasi pemerintahan yang ruwet dan macetnya produktivitas negara dalam beroperasi secara normal. Sementara itu, di luar negeri Uni Soviet sedang dihadapkan dengan banyak permasalahan antar negara mulai dari negara di Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika bahkan hingga Amerika Latin. Dan yang sangat memalukan adalah tragedi kebocoran nuklir Chernobyl hingga mengharuskan USSR  kehilangan kepercayaan dari beberapa negara yang kesal kena dampak pencemaran lingkungannya.

Perestroika merupakan upaya Gorbachev menyelesaikan masalah kompleks yang dihadapi USSR. Tujuan dari dilaksanakannya konsep perestroika yaitu agar terjadinya restrukturisasi dalam negara. Pada prakteknya, konsep perestroika justru menjadi awal kehancuran total USSR.

Awalnya, konsep ini dijalankan dengan menentang kelompok pro dan kontra yang hadir memberi tanggapan. Gorbachev menganggap orang-orang yang kontra adalah generasi lama yang pola pikirnya masih konservatif, sehingga mereka perlu pembaruan. Padahal di pihak kontra ini berdirilah kepala KGB, Menteri Pertahanan, Wakil Presiden dan beberapa menteri lainnya.

Kelompok kontra kemudian merencanakan siasat agar Gorbachev turun dari kursinya. Sehingga ia dan para generasi baru dapat tunduk kembali kepada kaum komunis ortodoks yang terdiri dari golongan konservatif. Sayangnya usaha kudeta ini gagal dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 1991.

Perestroika pun terus berjalan dengan beberapa asas yang menjadi unsurnya. Sudah lama rakyat memimpikan sebuah negara yang terbuka. Gorbachev adalah seorang pemimpin yang memahami keinginan rakyatnya. 

Ia pun memasukkan unsur keterbukaan atau glasnost pada konsep yang dijalankannya. Keterbukaan yang dimaksud hampir sama dengan reformasi Indonesia yang menandai berakhirnya Orde Baru. Glasnost di USSR  membiarkan rakyat memiliki hak milik atas suatu barang dan perusahaan swasta, membiarkan rakyat menyuarakan pendapat di media massa,  

membiarkan media menampilkan berita beragam yang dibutuhkan rakyat, dan membiarkan memasukkan unsur kebebasan agama dalam kehidupannya.

Unsur demokratisasi ini diterapkan pada bidang politik. Sistem monopoli kursi politik yang diterapkan sejak kabinetnya Lenin, berubah menjadi demokratis. Rakyat diberi pilihan secara bebas agar menentukan orang yang tepat menjadi wakilnya sebagai penyambung suaranya di kursi parlemen.

Hukum benar-benar ditegakkan di masa Gorbachev. Terutama dimulainya penegakan hukum Hak Asasi Manusia (HAM) yang dulunya kurang dihargai. Fokus utama dimasukkannya unsur ini ke dalam konsep perestroika adalah menormalkan kondisi ekonomi USSR yang sempat turun.

Jadi dengan unsur ini, negara memberikan subsidi kepada perusahaan swasta yang bangkrut, negara juga memberikan kebebasan individu dan swasta untuk mengembangkan perekonomian. Pada masa ini, banyak alat berat yang menjadi usaha prioritas pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara. Yang terpenting seluruh kebebasan tersebut berada dalam bingkai keteraturan.

Konsep perestroika yang kembali dijalankan Gorbachev pada akhirnya gagal. Hal ini dikarenakan Gorbachev menyadari banyak orang-orang dari Partai Komunis (PKUS) yang berusaha mengkudetanya. Bagaimana ia dapat bertahan memimpin bila yang mendudukannya di kursi pimpinan terus berusaha menjatuhkannya.
Gorbachev memutuskan untuk melepas kekuasaannya di tanggal 24 Agustus 1991, hanya beberapa hari setelah kegagalan kudeta. 

Dengan mundurnya Gorbachev dari kepemimpinannya, maka semakin meriahlah kehancuran USSR. Negara-negara bagian yang semula masih mempersiapkan strategi matang untuk melakukan gerakan sporadis akhirnya mempercepat diri berpisah dengan USSR.

Bubarnya PKUS dan mundurnya Gorbachev dari sana sudah sama dengan keruntuhan USSR. Partai besar ini merupakan USSR itu sendiri. Ia yang mengawali berdirinya USSR dan mengelola negara tersebut kurang dari seabad.
Setelah Turunnya Gorbachev, satu per satu negara bagian USSR melepaskan diri. Georgia yang menjadi negara perdana pecahan USSR di tahun 1990, terus disusul jejaknya oleh negara bagian yang lain. Hingga kondisi simultan tersebut mengakibatkan keruntuhan total USSR.

Bagaimana dengan di bumi Nusantara? Nusantara amat sangat mempedomani nilai-nilai yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika itu sendiri mencerminkan kemajemukan budaya bangsa dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pancasila sebagai ideologi bangsa terbukti mampu menyatukan dan mendamaikan segala perbedaan di Bumi Pertiwi.

Dengan kekuatan kearifan lokal itu, Pancasila mampu menyelamatkan bangsa Indonesia dari berbagai gangguan dan ancaman perpecahan.

Pancasila sebagai ideologi negara telah mengakomodasi kearifan lokal yang hidup di nusantara seperti gotong-royong, adat istiadat, dan silaturahmi. Itu terdapat dalam sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

NKRI ini tetap berlangsung dan berjalan harmonis karena kekuatan dari nilai-nilai Pancasila itu. Maka pemahaman nilai Pancasila itu harus terus digalakkan, terutama kepada para generasi muda.

Selain itu, pelestarian budaya, adat istiadat dan kearifan lokal lainnya oleh berbagai pihak, pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan saat ini dan di masa yang akan datang.

Kearifan lokal itu sendiri tumbuh dari adat atau kelembagaan adat. Namun demikian, kelembagaan adat di Indonesia ini perlu dikodifikasi dan dibukukan peraturannya sehingga menjadi kitab perundang-undangan sehingga bisa menjadi hukum adat. 

Penguatan kembali nilai Pancasila adalah cara terbaik untuk kembali menguatkan jatidiri bangsa ini dari berbagai gangguan dan ancaman ideologi asing.

Bagaimana kearifan lokal yang sarat kebijakan dan filosofi hidup nyaris tidak terimplementasikan dalam praktik hidup yang makin pragmatis, ini fakta yang harus kita semua cermati.

Fakta itu membuat perlu perlu adanya kerjasama antara segenap pihak, baik pemerintah dan masyarakat untuk merawat dan memperkuatnya.

Selain kearifan lokal, Indonesia juga memiliki banyak sumber alam dan sumber budaya yang beraneka ragam. Keragaman etnis yang ada di Indonesia sudah tentu mengandung dimensi multibudaya dan menjadi hal yang positif untuk menciptakan toleransi.

Masyarakat kini melihat bagaimana budaya dan kearifan lokal yang sarat kebijakan dan filosofi hidup nyaris tidak terimplementasikan dalam praktik hidup yang makin pragmatis. Perlu sebuah kerjasama yang baik antara segenap pihak, baik dari pemerintah dan juga masyarakat.

Amerika, berhasil meruntuhkan USSR, mengambil alih kendali negeri pecahan USSR dan menancapkan hegemoni politik di Timur Tengah -menggeser posisi Inggris dan Perancis- dengan menggunakan perang proxy.

Sentimen Islam yang anti komunisme digerakkan Amerika untuk membuat perlawanan sengit kaum muslimin terhadap eksistensi USSR. Di jantung Moskow, Amerika menginjeksi virus demokrasi untuk menggantikan kediktatoran sosialisme.

Cara ini, mampu merontokkan USSR dan bubar menjadi negara-negara kecil. Praktis, hanya Rusia saja artefak sejarah peninggalan USSR yang masih lestari hingga saat ini.

Kekhilafahan Turki Utsmani, runtuh disebabkan sentimen nasionalisme Arab yang dihembuskan Inggris. Negeri-negeri kaum muslimin, dicekoki racun musuh bersama kediktatoran rezim Utsmani. Tidak sadar musuh sesungguhnya, akhirnya Inggris menangguk kemenangan gemilang atas runtuhnya Turki Utsmani, tanpa mengerahkan bala tentara dan senjata.

Bedanya, jika USSR masih meninggalkan artefak sejarah berupa negara Rusia/eks USSR yang masih eksis hingga saat ini. Tidak ada, satupun negeri di dunia ini yang masih merepresentasikan negeri idaman ummat.

Pertarungan politik di negeri ini, tidak boleh sekedar dibaca sebagai pertarungan politik Islam di bawah kendali HRS di Mekkah melawan rezim berhaluan pragmatis  yang dikendalikan Beijing. Energi kaum muslimin, tidak boleh hanya diarahkan untuk meluluhlantakkan kebengisan sosialisme komunisme China, tetapi juga harus tetap waspada atas eksistensi kapitalisme Amerika, yang telah, sedang dan akan terus menjajah negeri ini.

Jika energi ummat Islam diarahkan pada poros Beijing saja, poros Amerika bisa ongkang-ongkang kaki memetik hasil akhirnya. Amerika, bisa mengompori poros Beijing dan poros Mekkah untuk bertarung menggunakan seluruh energi, dan tinggal menunggu babak akhir untuk mengambil alih kendali.

Amerika, akan melakukan hal yang sama sebagaimana dilakukannya saat menundukkan USSR. Amerika, akan menaruh telur di keranjang poros Beijing maupun si poros Mekkah. Karenanya, berhati-hatilah terhadap kaum munafik di antara kalian.

Ciri-ciri pengkhianat perjuangan itu mudah dikenali, dia akan mengajak goal perjuangan pada orientasi dunia, mengabaikan petunjuk Qur'an dan Sunnah, serta tega menelantarkan urusan Islam dan kaum muslimin.

Periksa dan amatilah, hubungan-hubungan Amerika baik yang terbuka maupun tertutup, dengan ormas atau partai politik yang berkepentingan dengannya. Amerika, tidak mungkin diam membiarkan pergolakan politik ini mengalir di ujung hidungnya. Amerika, pasti akan dan senantiasa mengerahkan segenap daya dan upaya untuk mempertahankan penjajahan di negeri ini.

Karenanya, ummat wajib memiliki kesadaran politik tingkat tinggi, tidak cepat merasa lemah dan menyerah, terus paksa musuh-musuh Islam agar tidak bisa tidur siang dan malam, karena tidak tahu akan dimulai dari mana kebangkitan ummat Islam.

Saat ini, ummat di negeri ini maupun di belahan bumi yang lain, telan dan terus bekerja serius untuk menggarap keinginan penyatuan negeri ummat.

Negara, yang akan mengambil alih dunia, yang akan menundukkan sosialisme Beijing maupun Rusia/eks USSR, serta menghinakan kapitalisme Amerika. Kekuatan Islam akan membebaskan negeri-negeri kaum muslimin, mengembalikannya ke pangkuan ummat Islam, dan memberikan ketaatan paripurna kepada Allah SWT. 

Tingkatkan kepekaan politik, amati seluruh dinamika yang ada, dan ingat ! Jangan terkecoh dengan manuver politik musuh. (CDR)

*)  -
     Tim Sinkronisasi Persatuan dan Kesatuan Bangsa 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...