13 November 2019

Berubahnya Lembaga Survei Menjadi Konsultan Politik, Fadli Zon: Bisa Terjadi Conflick of Interest

KONFRONTASI -  Persoalan dasar lembaga survei saat ini adalah merangkap menjadi konsultan politik. Akibat hal itu, terjadinya conflict of interest.

Padahal, lembaga survei dengan konsultan politik adalah dua hal yang berbeda. Pekerjaannya pun jelas sangat berbeda. Jika disatukan, seperti saat ini terjadi, akan ada conflict of interest.

“Mereka akan menjadikan survei itu sebagai alat propaganda, alat kampanye dari yang menghayer dia sebagai konsultan politik,” ungkap Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon pada Diskusi Dialektika Demokrasi, dengan tema “Survei Pemilu, Realita atau Rekayasa” di Media Center Nusantara III, Komplek Parlemen, Kamis (21/3/2019).

Fadli Zon pada diskusi itu tampil sebagai pembicara bersama, Pengamat SMRC Sirajudin Abbas, dan Anggota PDI-perjuangan , Maruarar Sirait.

Menurut Fadli Zon, sangat berkenyataan banyak lembaga survei di Indonesia merangkap menjadi konsultan politik. Akibatnya, lembaga itu bukan sebagai lembaga survei yang harus independen, tapi diam-diam sudah punya kolaborasi dengan salah satu kontestan. Bisa itu terjadi di pilkada atau pilpres, atau juga dengan partai politik.

Mereka juga, menurut Fadli Zon, mendapatkan sesuatu dari kontraknya itu. Bisa kontraknya menyebut beberapa kali survei. Dan kemudian menjadi juga konsultan politik sekaligus .

“Tak semua lembaga survei yah. Saya maksud yang seperti saya jabarkan itu bisa menjadi predator demokrasi. Atau predator politik, karena mereka ini menjadi mafia, yakni mafia survei,” ungkap Fadli Zon.

Pekerjaan mereka itu, lanjut Fadli Zon, bukan lagi pekerjaan untuk menciptakan suatu gambaran publik yang sesungguhnya, tetapi apa yang diharapkan oleh yang membayarnya.

“Menurut saya yang bisa membuat lembaga survei ini sebagai mafia. Mafia politik dan predator demokrasi. Ini sangat membahayakan bagi demokrasi,” tandasnya. (Jft/BreritaBuana)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...