19 November 2019

Aktivis dan Analis Serukan Bongkar ''Kabinet Kerja'' Selambatnya Tiga Bulan karena Tidak Dipercaya !

JAKARTA- Para pengamat dan aktivis pergerakan menyerukan Kabinet Kerja harus dibongkar dan dirombak sekarang atau selambatnya 3 bulan lagi,  karena tidak dipercaya rakyat dan tidak dikehendaki pasar.  Rakyat sudah ditipu dan dibohongi. Demikian pandangan aktivis GMNI Cokrowibowo, Reinhard MSc dari Bung Karno Institute dan Andar Nubowo MA ,dosen UIN Jakarta.

Mereka menilai, sungguh hanya keledai yang terantuk batu yang sama,dan  itulah nasib Megawati dan Jokowi, yang masuk ''Killing Ground''  karena Kabinet Jokowi dikuasai para mafia dan kubu JK akibat pragmatisme belaka. Publik dan pasar sebenarnya sangat kecewa, bahkan rakyat marah. ''Rakyat dan aktivis amat kecewa, maka rombaklah menteri kabinet sekarang juga atau selambatnya tiga bulan ke depan,'' kata  Reinhard.

Kubu Jusuf Kalla dan kubu Megawati Soekarnoputri dicurigai sudah ditipu muslihat para  mafia dan sosok Neoliberal untuk menjegal para teknokrat pro-Trisakti Soekarno.. '' Kini Jusuf Kalla dan Megawati dan Jokowi dikhwatirkan kaum relawan, sudah satu kata untuk menjegal para teknokrat dan ekonom pro-rakyat seperti Rizal Ramli karena  bujuk rayu dan tipu muslihat para Mafia dan kelompok Neoliberal yang ''loyal dan selalu melayani'' kepentingan AS, IMF dan Bank Dunia.'' kata M Muntasir Alwy, aktivis LSM dan alumnus Fisipol UGM

''Akibatnya, Trisakti Soekarno dicampakkan, dan Revolusi Mental dibatalkan oleh Jokowi-JK sendiri ! Akibat lanjutnya, Jokowi menuju ''killing ground'' politik.  Sementara krisis energi dan pangan terus membayangi negeri ini,'' kata Galih Andreanto, pegiat LSM  dan aktivis GMNI..

Dalam hal ini, Koordinator Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran ICW, Firdaus Ilyas mengimbau Presiden Jokowi  gagal mewaspadai intervensi mafia dalam penyusunan kabinet. Mafia yang dimaksud adalah mafia hukum, mafia energi,mafia pajak, Mafia Berkeley,  mafia hutan dan mafia pertambangan. Kementrian yang rentan disusupi oleh mafia, diantarannya ESDM, Kemenkeu dan BUMN.

"ICW tenggarai ada beberapa kementrian dan lembaga di bawah eksekutif (Pemerintahan Jokowi JK) yang berpotensi dibajak oleh kepentingan mafia. Jika kepentingan mafia masuk melalui menterinya maka mustahil bagi Jokowi JK mewujudkan upaya pemberantasan mafia maupun mewujudkan pemerintahan yang berpihak rakyat dan bebas dari korupsi," ujar Firdaus.

Ketua KPK, Abraham Samad sebelumnya telah mewanti-wanti Presiden Joko Widodo agar tak memilih calon menteri yang telah mendapat tanda merah dan kuning oleh pihaknya KPK dan PPATK. Tanda Merah ini, menurut Abraham, berpotensi menjadi tersangka dalam sebuah kasus dugaan korupsi. Abraham menyebut posisi sang menteri tidak akan bertahan lama jika nama-nama itu dipaksakan masuk kabinet. Selain itu, Abraham pun tak segan menyebut kabinet Jokowi kotor jika masih paksakan delapan nama itu masuk.

Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) telah  menyatakan, krisis pangan yang tengah melanda Bangsa Indonesia saat ini sebenarnya telah memasuki tahap jebakan pangan (food trap). Bahkan lebih parah lagi, sudah pada tahapan ladang pembantaian (killing ground), mengingat pemerintah sangat mengandalkan impor, padahal devisanya sama sekali tidak mendukung. 

Rangkaian aksi memprotes kabinet Jokowi yang baru dibentuk  kini bukan hanya  akibat kabinet yang lemah dan kelam, melainkan juga masuknya kaki tangan mafia dan Neolib ke dalam kabinetnya. ''Jokowi berdusta dan menusuk hati nurani rakyat,'' kata Galih.

Sementara naiknya harga beras, kedelai, akan tetapi juga kebutuhan lauk pauk lainnya seperti daging dan di saat mendatang adalah peternak yang memprotes ayam karena harga pakan bakal juga naik. Dan naiknya harga BBM nanti oleh Jokowi-JK, bakal memicu  gerakan rakyat untuk memprotes massal kebijakan Neolib itu. (kh)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...