18 January 2018

4 Mahasiswa IPB Ciptakan Pembalut Wanita dari Singkong

Konfrontasi - Sekelompok mahasiswa Institut Pertanian Bogor membuat sebuah inovasi untuk pembalut wanita.

Kelompok ini terdiri dari Ni Made Surianti, Sang Ayu Made Arisasmita, Ida Ayu Indah Wedaswari, dan Ni Komang Yastri Anasuyari.

Keempat mahasiswi tersebut miris melihat banyaknya penggunaan plastik yang tidak ramah lingkungan karena sulit terurai.

Ni Made Surianti mengatakan, penggunaan plastik membawa masalah baru karena bahannya lama untuk terurai menyebabkan plastik tidak bisa didaur ulang.

"Satu di antara produk yang menggunakan plastik adalah pembalut, karena pembalut sebagai barang ekonomi merupakan benda yang permintaannya selalu terus menerus dari waktu ke waktu," kata Surianti.

Ia menambahkan dari permasalahan tersebut muncul ide di antara teman-teman untuk membuat pembalut ramah terhadap lingkungan.

Pembalut produksi Surianti dan timnya ini menggunakan bahan plastik yang ramah terhadap lingkungan dengan label Ultra Sanitary Napkins Organic (U-Torc). Materialnya menggunakan bahan pati singkong.

"Jadi Tim membuat plastik mudah terurai dari bahan pati singkong, sebagai bahan pembuatan pembalut wanita. Tujuan penggunaan plastik dari pati singkong tersebut dimaksudkan agar pembalut yang telah dipakai dapat cepat diurai di lingkungan dan mengurangi volume sampah," kata dia.

Selain ramah lingkungan pembalut ciptaan mahasiswi IPB ini juga memiliki desain kemasan yang menarik. Setiap satu kotak pembalut akan diberikan kantong kecil yang berisi sebagai wadah pembalut.

"U-Torc dipasarkan dengan harga Rp 30 ribu per kotak berisi delapan lembar pembalut. Saat ini U-Torc telah dikirim ke berbagai daerah seperti Bogor, Tangerang, Bali, dan Lombok. Proses produksi U-Torc dilakukan di rumah produksi di daerah Dramaga," sambung Surianti.

Surianti menambahkan pengondisian area produksi dilakukan demi menjamin kebersihan tempat produksi. Proses produksi dilakukan secara manual oleh tim U-Torc. (trbn/mg)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...