Untuk Pertama Kali Israel Izinkan Warganya Lakukan Perjalanan ke Arab Saudi untuk Naik Haji dan Investasi

KONFRONTASI -  Israel pada Minggu, 27 Januari 2020, mengumumkan bahwa mereka akan mengizinkan warganya untuk melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk pertama kalinya.

Adapun perizinan dalam melakukan perjalanan ke Arab Saudi diharuskan dalam kondisi tertentu, seperti pengusaha Israel yang mencari investasi dalam sinyal hubungan antarnegara.

Menteri Dalam Negeri Israel, Aryeh Deri, setelah berkonsultasi dengan lembaga keamanan negara Israel, mengeluarkan pernyataan bahwa warga Israel akan diizinkan untuk melakukan perjalanan ke Arab Saudi dalam dua keadaan tertentu.

Adapun dua kondisi perizinan Israel untuk mendatangin Arab adalah jika dilandasi dengan alasan keagamaan seperti naik haji, atau sembilan hari berkunjung untuk alasan bisnis seperti investasi atau rapat.

Sementara itu, untuk kunjungan wisata masih membutuhkan undangan dan izin dari pemerintah Arab Saudi.

Diketahui bahwa Israel memiliki perjanjian damai dengan dua negara Arab, yaitu Mesir dan Yordania.

Akan tetapi, kekhawatiran atas pengaruh Iran di wilayah tersebut telah menyebabkan hubungan dengan beberapa negara Teluk juga mencair.Sejauh ini, warga Israel yang termasuk Muslim telah melakukan ziarah ke Arab Saudi selama bertahun-tahun, meski mereka menggunakan izin khusus atau menggunakan paspor asing.

Pada tahun 2019, Arab Saudi meluncurkan visa pariwisata baru untuk pengunjung dari 49 negara sebagai bagian dari upayanya untuk mendiversifikasi ekonomi.

Sementara itu, negara Israel bukan termasuk salah satu negara yang memenuhi syarat.

Namun, pada tahun 2018 Arab Saudi membuka wilayah udara untuk penerbangan komersial ke Israel dengan dimulainya rute Air India baru antara New Delhi dan Tel Aviv, meskipun maskapai nasional El Al Israel Airlines memungkinkan tidak menggunakan wilayah udara Arab Saudi untuk penerbangan ke arah timur.(jft/PR)

 

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA