14 December 2018

Tak Punya Jamban, 4 Juta Warga Jateng Masih Buang Air Sembarangan

KONFRONTASI-Empat Juta warga di Jawa Tengah tidak buang air besar di jamban. Mereka masih memilih buang air besar di sembarang tempat, mulai dari sungai, kebun, empang, hingga kolam ikan.

Kepala Seksi P2PTM Dinas Kesehatan Jateng Arfian Nevi mengatakan dari 34,26 persen penduduk ternyata buang air besar sembarangan. Kondisi itu ditemukan di daerah pegunungan. 

"Di Jawa Tengah ini masih ada sekitar empat juta orang yang buang air besar sembarangan. Yang paling banyak ada di Wonosobo dan Banjarnegara, di daerah pegunungan," katanya di Semarang, Jumat 12 Oktober 2018. 

Arfian mengungkapkan, penduduk banyak yang menganggap remeh tentang buang air besar sembarangan. 

"Di daerah itu paling banyak, karena juga banyak empang atau kolam. Jadi, orang sana menyebutnya helikopter atau WC di atas empang. Mereka menganggap buang air besar sembarangan di atas empang adalah hal yang biasa," terangnya. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan, buang air besar sembarangan ini sangat berbahaya bagi kesehatan lingkungan sekitarnya. Tidak hanya di musim kemarau atau musim hujan, kotoran yang dibuang sembarangan itu akan memunculkan penyakit menular.

"Akar permasalahannya bukan ketidakmampuan dari finansial, tapi lebih pada arah perilaku. Bukan berarti kedua daerah itu banyak warga miskinnya. Jadi, bagaimana menyadarkan masyarakat biar paham bahwa buang air besar sembarangan di samping merugikan diri sendiri dan keluarga, juga merugikan orang lain," jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan merangkul tokoh masyarakat maupun tokoh agama, untuk memberikan edukasi kepada Masyarakat yang belum punya jamban tersebut. 

"Akan merangkul tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bergerak bersama menyadarkan masyarakat tidak buang air besar sembarangan. Salah satu program yang diterapkan adalah dengan STMB, yaitu sanitasi total berbasis masyarakat," bebernya.[mr/mtv]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...