9 December 2019

Survei Terbaru: Anak-anak AS Pilih Jadi YouTuber daripada Astronot

KONFRONTASI -  Neil Armstrong menjadi idola di mata anak-anak di seluruh dunia 50 tahun silam saat dia menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan pada 20 Juli 1969. 

Meski demikian, anak-anak dalam survei terbaru menyatakan lebih ingin menjadi bintang YouTube selanjutnya dibandingkan menjadi astronot di antariksa. Hasil survei yang mengejutkan ini dilakukan oleh Harris Poll untuk Lego. 

"Anak-anak di Amerika Serikat (AS) dan Inggris tiga kali lipat lebih ingin menjadi youtuber atau vlogger daripada astronot saat mereka besar nanti," ungkap hasil survei tersebut, dilansir Business Insider. Survei online itu dilakukan pada 3.000 anak berusia 8 hingga 12 tahun untuk memilih lima profesi yang mereka inginkan saat tumbuh besar, yakni astronot, musisi, atlet profesional, guru atau vlogger/youtuber. 



Hasil survei itu menunjukkan bahwa pilihan teratas anak-anak di AS dan Inggris menjadi vlogger/youtuber, sebanyak 56% anak-anak di China menyatakan ingin menjadi astronot. Meski hasil survei itu tak dapat digeneralisasi untuk semua anak, hasil itu mencerminkan tren yang sedang berkembang pada Generasi Z. 

Sebagai bukti, saat konferensi tiga hari ten tang video online VidCon tahun ini, sekitar 75.000 remaja dan orang tuanya hadir untuk bertemu para youtuber favorit mereka. "Setiap saat saya pergi kesekolah, hal paling banyak yang dikatakan dari 90% anak adalah, "Saya ingin menjadi seorang youtuber. Mereka ingin menjadi bin tang media sosial," tutur youtuber DeStorm Power pada Business Insider. 

Survei terbaru ini dilakukan untuk memperingati 50 tahun Pendaratan Bulan Apollo 11 yang bersejarah. Lego Group membuka berbagai acara di pen juru dunia untuk menginspirasi eksplorasi antariksa babak selanjutnya, dengan mengumumkan hasil survei tersebut. 

"Sebanyak 86% anak-anak berusia 8 hingga 12 tahun (di AS, Inggris dan China) menyatakan, mereka tertarik pada eksplorasi antariksa dan 90% menyatakan ingin belajar lebih banyak tentang hal itu," ungkap hasil survei itu. Yang menarik, 83% orang tua di tiga negara itu yakin anak mereka tertarik dengan antariksa.

Namun, 53% anak menyatakan minat mereka di bidang antariksa dipengaruhi oleh orang tuanya, termasuk guru 79% dan internet 71% sebagai sumber belajar utama. Dalam survei itu, sebagian besar anak-anak atau 85% dapat menyebut Neil Armstrong sebagai manusia pertama yang berjalan di bulan. 

Secara lebih rinci 88% anak di AS, 87% anak di Inggris, dan 79% anak di China mengetahui siapa manusia pertama di bulan tersebut. Anak-anak sekarang juga tak bisa dibohongi karena hanya 2% yang percaya manusia pertama di bulan adalah Buzz Light year. 

"Hampir semua anak berusia delapan hingga 12 tahun di China 97%, AS 88%, dan Inggris 87% percaya manusia akan pergi ke Mars di masa depan. Di China, sekitar 24% anak berpikir manusia akan pergi ke Mars tahun ini atau tahun depan," ungkap hasil survei itu. 

Sebanyak tiga per empat anak yakin manusia akan hidup di antariksa terluar atau planet lain. Meski demikian, anakanak dari China berpikir hal itu lebih banyak atau 96%, dibandingkan anak-anak dari AS 66% dan Inggris 62%. 

Saat ditanya apakah mereka secara pribadi ingin pergi ke antariksa atau planet lain, anakanak dari China mengatakanya sebanyak 95% dibandingkan anak-anak dari AS 68% atau Inggris 63%. Survei itu juga mengungkap bahwa anak-anak sekarang tiga kali lipat lebih suka menjadi youtuber 29% dibandingkan menjadi astronot 11%. 

Saat ditanya apakah karier apa yang terkait dengan eksplorasi antariksa, astronot menjadi jawaban paling banyak yakni 90%, diikuti dengan engineer 58% dan programmer komputer 52% . Hanya 7% dari anak-anak itu yang melihat peran untuk petani / tukang kebun di program antariksa. 

Hasil survei itu menunjukkan bahwa anak-anak mungkin tidak mengetahui semua peran berbeda yang diperlukan untuk mendukung perjalanan anta riksa. Meski level minat anak-anak itu sangat tinggi, banyak mereka yang tidak menyadari pengaruh perjalanan antariksa pada kehidupan mereka sehari-hari. 

Hanya 25% anak yang menyatakan mereka telah menggunakan produk yang diciptakan karena perjalanan antariksa. Secara rinci 43% di China, 18% di AS dan 14% di Inggris. Mayoritas anak atau 97% menyatakan mereka memiliki minimal satu jenis produk, seperti telepon kamera, termometer telinga, sneaker atletik, mouse komputer, yang diciptakan sebagai bagian dari eksplorasi perjalanan antariksa. 

"Kami senang anak-anak terus berminat dengan eksplorasi antariksa dan tidak bisa menunggu untuk melihat langkahlangkah kecil dan langkah-langkah raksasa mereka dalam beberapa dekade mendatang,” ujar Michael McNally, direktur senior relasi brand Lego Systems Inc. 

Dia menambahkan, "Selama 40 tahun kita telah menawarkan peluang bermain kreatif yang didesain untuk mendorong minat anak-anak dalam eksplorasi antariksa. Kami yakin bahwa permainan memegang peran penting dalam mengembangkan skill kehidupan penting seperti rasa percaya diri, kreativitas dan komunikasi, semuanya penting untuk membangun generasi penjelajah antariksa berikutnya." 

"Selama hampir 20 tahun, NASA dan Lego Group berkolaborasi dalam berbagai proyek un tuk menginspirasi generasi selanjutnya untuk membayang kan dan membangun masa de pan me reka di antariksa," tutur Bettina Inclan, asisten badan komunikasi NASA di Washington. 

Inclan menjelaskan, "Upaya terbaru kami merayakan langkah luar biasa yang kita capai dalam misi Apollo 50 tahun silam dan sekarang dengan rencana kita menuju bulan, kita akan terus menginspirasi anak-anak untuk bermimpi tentang apa yang mungkin dan untuk mendorong karier di antariksa." 

"Dengan program eksplorasi bulan Artemis yang baru, NASA akan mengirim wanita per tama dan pria berikutnya ke bulan pada 2024 dan kemudian kita akan siap untuk mengambil langkah raksasa selanjutnya, misi manusia ke Mars!" tutur Inclan. Untuk memperingati tonggak sejarah di bulan itu, tim 10 desainer dan Lego Master Builder menghabiskan waktu hampir 300 jam untuk mendesain dan membuat mo del Lego pilot mo dul bulan Apollo 11 yang terinspirasi oleh manusia pertama di bulan. 

Model astronot itu meniru pakaian antariksa yang dipakai di bulan pada 1969, dengan 10 warna ber beda dan dibuat dari 30.000 bata Lego. Model itu di tam pil kan saat Festival Apollo 50 di National Mall, Washington, yang digelar Smithsonian’s National Air and Space Museum pada 18-20 Juli. 

Lego juga bermitra dengan Scholastic untuk program pendidikan yang akan mengirim 50 anak ke NASA Space Camp pada 2020. Program ini juga akan mengajar para guru di sejumlah sekolah di penjuru AS.(Jft/Sindo)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...