18 November 2018

Sudah Tujuh Kali Nyolong Motor, Pelaku: Saya Khilaf Bu Hakim, Ampun!

KONFRONTASI-Riskillah (31) sudah tujuh kali menjadi pelaku curanmor. Begitu disidang, dia mengaku khilaf.

Residivis warga Jalan Mirah, Perumahan Pondok Permata Suci (PPS), itu duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Jatim.

Riskillah alias Riski tidak sendirian. Dia bersama Wahyudi alias Yudi, 20, warga Lebak, Bungah.

Saat beraksi, Riski menjadi pemetik motor curian. Yudi sebagai joki bertugas melarikannya.

Dalam sidang, Ketua Majelis Hakim Lia Herawati membelejeti kejahatan dua terdakwa tersebut. Majelis mencecar mereka.

Mulai modus terdakwa mencuri motor, menjualnya, hingga membagi hasil kejahatan. Riski tidak terlihat grogi.

Dia lancar menceritakan caranya mencari sasaran motor. Kata dia, seluruh motor yang dicuri tidak dikunci setang.

Biasanya, kunci malah masih menempel. ''Saya dorong seperti motor kehabisan bensin,'' ucapnya.

Awalnya, Riski mengaku hanya lima kali mencuri. Namun, majelis hakim tidak percaya. ''Melihat gesturnya, terdakwa tidak jujur. Akan saya perberat hukumannya karena berbelit,'' tegas hakim Lia.

Riski akhirnya terus terang mengakui telah tujuh kali mencuri. ''Saya khilaf, Bu Hakim. Mohon ampunan,'' rengek lelaki bertubuh mungil tersebut.

''Saya sudah pernah dua tahun ditahan. Tidak enak hidup di tahanan,'' lanjutnya.

Dalam materi dakwaan, terdakwa Riski dan Yudi disebutkan telah mencuri motor Vixion milik Muhammad Indra Shidiqqi, warga Desa Giri, pada 1 Desember 2017.

Motor diparkir di depan rumah sekitar pukul 17.00. Kunci masih menempel. Riski lantas menuntun motor korban ke luar perkampungan.

Selanjutnya, motor distarter. Setelah itu, dia mengganti pelat motor dan jok motor.

Riski dan Yudi lantas menghubungi Dwi Prayitno untuk menjualkan motor curian tersebut. Dwi lalu menjualnya ke Anas Mahmudi, 45. Hasil kejahatan dibagi tiga. [mr/jpnn]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...