Pembunuh Anggota TNI di Mando Terancam Hukuman 15 Tahun

Konfrontasi - Empat terduga pelaku pembunuhan anggota TNI di Manado, diancam hukuman 15 tahun penjara atau dikenakan Pasal 338 sub 170 ayat 2 ketiga sub 354 sub 351 ketiga.

Peristiwa itu terjadi Sabtu kemarin, 29 Juni 2019, pukul 05.30 WITA di Kawasan Mega Mas Manado. Korbannya adalah anggota Intel di Korem 131 Santiago Manado, Lucky Prasetyo (36).

“Para tersangka, melakukan penganiayaan dan pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo, saat jumpa pers bersama antara Polda Sulut, Kodam XIII Merdeka dan Polresta Manado di lobi Mapolresta Manado, Minggu 30 Juni 2019.

Dia menyebutkan, peristiwa tersebut berawal, karena kesalahpahaman yang mengakibatkan penganiayaan hingga korban meninggal dunia.

“Penanganan awal kejadian sudah ditangani Polresta dan Pomdam. Kemudian, dilakukan pengecekan TKP (tempat kejadian perkara) dan pemeriksaan saksi-saksi. Kemudian, dilakukan pengembangan dan berhasil diketahui identitas para pelaku,” ujarnya didampingi Kapendam Kolonel M. Jaelani, Komandan Pomdam, Kolonel Antonius, dan Kapolresta Manado, Kombes Pol Benny Bawensel.

Petugas berhasil mengamankan empat pelaku. “Tiga orang kita jadikan sebagai tersangka. Satu lagi sedang kita dalami perannya masing-masing,” ujarnya.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa sebanyak tujuh orang saksi. “Penanganannya kita melakukan koordinasi dengan pihak Pomdam, dilakukan penanganan secara bersama,” kata Ibrahim.

Beberapa barang bukti juga berhasil disita, di antaranya dua buah ranmor roda dua, satu senjata airsofgun, helm, pakaian, dan HP. “Pelaku berhasil kita tangkap cepat, karena ada bantuan petunjuk dari CCTV,” kata Ibrahim.

Kapolresta Manado, Kombes Pol Benny Bawensel mengatakan, para pelaku ditangkap di tempat berbeda.

“Setelah kita melakukan olah TKP dan berkoordinasi dengan Reskrimum. Ada yang ditangkap di Manado, dan ada yang di luar Kota Manado,” ujar dia.

Kodam XIII Merdeka melalui Kapendam, Kolonel M. Jaelani mengatakan, Pangdam XIII Merdeka langsung memerintahkan seluruh Komandan Satuan untuk mengendalikan seluruh anggotanya, untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan di Kota Manado.

“Seluruh anggotanya mempercayakan penanganan kasus ini kepada polisi, dalam memproses hukumnya,” ujarnya. (vv/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA