Monitoring Garaga di Hutan, Kru Panji Petualang Hilang, Ternyata Digigit Ular Kobra, Begini Nasibnya

KONFRONTASI -  Setelah melepaskan ular king kobra bernama Garaga, Panji Petualang ternyata melakukan monitoring di alam tempat raja ular dilepaskan.

Momen ini diabadikan melalui vlog di YouTube Panji Petualang Channel yang diunggah pada Sabtu (28/3/2020).

Video tersebut merupakan part kedua dari vlog sebelumnya.

Untuk melakukan monitoring ular king kobra Garaga, Panji Petualang bersama timnya harus masuk ke hutan belantara.

Namun, ada kejadian tak terduga yang terjadi saat mereka memutuskan membuat bivak sebagai tempat istirahat.

Seorang kru, Alprih tiba-tiba menghilang. Ia memang ditugaskan Panji Petualang untuk mencari kayu bakar.

Namun, ia tak kunjung datang saat seorang tim Panji lain yang juga mencari kayu bakar, Kapa sudah kembali ke bivak.

Pada video itu, Panji pun terlihat khawatir karena waktu semakin sore sehingga memutuskan mencari Alprih.

Ia bersama Kapa, termasuk kameramen langsung bergegas mencari temannya sambil berteriak memanggil nama Alprih.

Mereka menerobos semak-semak tinggi dan pepohonan di dalam hutan.

Kemudian, mereka menemukan jejak yaitu tas Alprih yang tergeletak.

Panji Petualang pun langsung kembali mencari dan meneriakan nama temannya.

Akhirnya terdengar sahutan Alprih merespons teriakan Panji. Namun kondisinya memprihatinkan.

Saat Panji Petualang dan Ana Cikey selfie dengan ular king kobra Garaga.

Saat Panji Petualang dan Ana Cikey selfie dengan ular king kobra Garaga. (Instagram @panjipetualang_real)

Ternyata tangannya digigit ular kobra. Namun, ular itu sudah tidak ada saat Panji menemukan Alprih.

Akhirnya Panji Petualang pun melakukan pertolongan pertama.

Ia memotong dahan pepohonan yang kecil kemudian dipasangkan di tangan kanan Alpri yang tergigit ular kobra.

Kemudian dahan kayu yang diletakkan di tangan Alpri diikat bagian sisinya.

Tangan Alpri terlihat seperti digips. Panji Petualang menjelaskan itu merupakan teknik imobilisasi yang mana daerah yang kena gigitan ular tidak boleh bergerak agar racun tak menyebar.

Setelah itu, Panji dkk pun membawa Alprih kembali ke bivak.

Setelah mendapatkan perawatan darurat dari Panji, kondisi Alprih terlihat membaik.

Curhat Panji Petualang soal Garaga

Selain memberikan edukasi, Panji juga berbincang hal lain dengan Raffi Ahmad di program acara Okay Bos.

Termasuk soal viralnya ular king kobra yang diberi nama Garaga yang sempat diurus oleh Panji Petualang.

Ular king kobra itu merupakan raja ular berukuran jumbo yang ditemukan Panji bersama temannya, Kapa di perbatasan Sumedang.

Ular itu sengaja di-rescue karena berada di area persawahan yang digunakan untuk aktivitas manusia.

Dokumentasi ular king kobra Garaga ini pun mencuri perhatian warganet di dunia maya.

Sang raja ular ini viral, bahkan digemari warganet. Saking viralnya, banyak artis dan Youtuber terkenal yang sengaja datang ke rumah Panji untuk melihat ganasnya king kobra Garaga.

Tak hanya itu, ular king kobra Garaga pun sempat muncul diperlihatkan Panji di acara televisi.

Mulai dari Ini Baru Empat Mata, Hitam Putih, hingga Tonight Show.

Namun, dibalik kedekatan Panji Petualang dan Garaga ternyata ada hal yang dipermasalahkan.

Hal ini terkait pihak yang menyalahkan Panji Petualang karena dianggap menjadi inspirasi orang lain menjadi meniru aksinya.

Beberapa waktu lalu, isu ini sempat heboh dan menjadi perbincangan. Hal ini berkenaan fenomena sejumlah orang yang meninggal karena kena gigitan ular berbisa.

Saat disinggung soal viralnya ular king kobra Garaga dan Panji Petualang, berikut ini penjelasan Panji Petualang.

"Jadi ada beberapa orang yang nyalahin Panji terkait niru aksi Panji bareng sama Garaga.

Cuma kan sekarang gini, gue selalu bialng warning apalagi safety,

kaya barusan sebelum king kobra keluar Panji kasih tahu bahwa mengeluarkan king kobra itu harus menggunakan tools, itu untuk yang tidak expert,

untuk yang udah expert yang udah pede sama dirinya sendiri boleh pakai tangan sendiri, itu enggak masalah.

Cuma kita sarankan untuk tidak memegang ular berbisa dengan tangan kosong kecuali ular-ular tidak berbisa kayak gini (ular ternak).

Panji juga menyarankan ke orang kalau misalkan mau pelihara ular, ular kayak gini (ternakan), bukan ular berbisa.

Cuma kebanyakan orang kadang-kadang ada yang ngawur juga. Mereka udah dikasih tahu jangan niru (malah) niru.

Ya salah sendiri dong kalau dia mati kena digigit ular."

Mendengar penjelasan Panji Petualang, Raffi Ahmad pun langsung membenarkan.

Menurutnya, fenomena musibah yang terjadi mestinya bukan kesalahan Panji Petualang.

Kepada penonton, Raffi mengingatkan bahwa Panji Petualang sudah memberikan peringatan dan itu harus didengarkan.

Sebagai perbandingan, Raffi Ahmad menceritakan fakta serupa, yaitu sepupunya, Alshad Ahmad.

Di kalangan pecinta hewan, Alshad Ahmad sosok yang terkenal. Ia memelihara berbagai macam hewan, termasuk harimau Benggala.

Namun, Alshad Ahmad bukan sembarangan memelihara hewan buas, ia mengantongi izin dan memiliki fasilitas mumpuni untuk menagani harimau tersebut.

"Bukan gara-gara Panji, kan Panji udah ngasih tahu, ini pun dilakukan oleh orang profesional, enggak sembarangan. Jadi kalian harus mengerti memelihara hewan buas..

Kaya saudara gua si Alshad, dia punya harimau tapi punya kandang sesuai standarnya," kata Raffi Ahmad.(Jft/TribunJabar)

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA