19 November 2019

Kompleks Sunan Kuning Resmi Ditutup, Pemkot Semarang Bagikan 448 Tali Asih ke Warga Lokalisasi

Konfrontasi - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang resmi menutup kompleks resosialisasi Argorejo atau yang lebih dikenal dengan Lokalisasi Sunan Kuning, Jumat (18/10/2019). Penutupan ini ditandai dengan pembacaan ikrar dan penyerahan tali kasih kepada 448 pekerja seks komersial (PSK).

Ikrar tersebut menyatakan, warga binaan Resos Argorejo bersedia meninggalkan profesi sebagai PSK untuk meningkatkan harkat martabat sebagai perempuan. Penutupan ini berdasarkan ketetapan Kementerian Sosial (Kemensos) tentang penghapusan segala bentuk kegiatan prostitusi di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai tanda resminya penutupan kompleks lokalisasi Sunan Kuning, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membuka tirai papan pengumuman yang bertuliskan ‘Wilayah Argorejo (SK) Kawasan Bebas Prostitusi’. Kawasan Resos Argorejo ini nantinya akan diubah menjadi kampung tematik.

"Akan difokuskan untuk optimalisasi wisata religi Sunan Kuning," ujar Prihadi, Jumat (18/10/2019).

Upacara simbolis penutupan Lokalisasi Sunan Kuning ini diakhiri dengan pembagian tali asih kepada warga binaan masing-masing Rp5 juta dalam bentuk rekening tabungan. Melalui dana bantuan ini, diharapkan mereka dapat membuka lembar baru dengan pekerjaan halal ataupun membuka usaha.

“Tak penting besar atau kecilnya usaha, jika dijalani dengan ikhlas dan kerja keras, insya Allah akan memeroleh hasil yang baik. Yang terpenting mencari pendapatan yang halal,” katanya.

Menurutnya, mereka juga dapat bekerja dengan keterampilan yang telah diajarkan Dinsos Kota Semarang. Baik bagi yang berasal dari luar daerah saat pulang ke kampung halaman, maupun warga asli Semarang. Pada intinya, agar tidak lagi terjun ke dunia prostitusi.

"Mulai hari ini Jumat 18 Oktober, seluruh kegiatan prostitusi di Lokalisasi Sunan Kuning Semarang resmi ditiadakan,” ucapnya.

Sementara itu, Ayu, seorang warga lokalisasi Sunan Kuning mengaku masih bimbang dengan penutupan ini. Dia mengaku belum memiliki rencana apapun ke depannya.

“Saya bingung habis ini mau ngapain. Uang hanya Rp5 juta tahu sendirilah akan cepat habisnya. Kami tidak butuh uang, kami butuhnya pekerjaan, masih banyak utang yang harus dibayar,” katanya.

Kendati resmi ditutup Pemkot Semarang, resosialisasi Argorejo Sunan Kuning masih menyisakan sedikitnya 177 rumah karaoke. Tempat ini masih dibiarkan membuka usahanya namun dengan catatan tidak melakukan kegiatan prostitusi terselubung dan akan ditindak tegas jika terbukti melanggar. (inws/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...