Dua Pasien Baru Positif Corona di Aceh adalah Suami Istri, Seorang Lagi Ustaz

KONFRONTASI -   Direktur Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh menyebutkan, berdasarkan data terbaru, dua dari empat orang yang positif terinfeksi virus corona Covid-19 di Aceh adalah pasangan suami istri.

Disebutkan, pasangan suami istri yang positif terinfeksi virus Corona Covid-19 ini adalah warga Kota Banda Aceh.

Sedangkan seorang pria lainnya yang juga positif terinfeksi virus corona domisili di salah satu kecamatan dalam Kota Banda Aceh.

Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine FICS menyebutkan, awalnya sang suami berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Lalu, yang bersangkutan tidak lagi dirawat di rumah sakit karena kondisinya membaik.

Sedangkan istrinya berstatus orang dalam pemantauan (ODP), karena suaminya berstatus PDP.

Namun, hasil pemeriksaan swab istrinya ternyata menunjukkan positif corona.

"Betapa ngerinya, suami istri positif. Padahal, saat pulang sehat. Semoga mereka belum keluyuran ke mana-mana," kata Azharuddin.

Sementara itu, seorang warga lainnya yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona adalah warga Aceh Besar.

Yang bersangkutan berprofesi ustaz. Awalnya ia berstatus PDP setelah mengeluhkan ada gejala demam sepulang muktamar/pengajian dari Jakarta.

Azharuddin menegaskan bahwa ketiga orang yang positif corona itu semuanya sedang tidak sedang dalam perawatan di rumah sakit. Mereka berada di rumah masing-masing.

Di RSUZA Banda Aceh hari ini (Jumat) justru tak ada lagi seorang pun PDP yang dirawat.

Menurut Azharudin, ketiga orang tersebut akan segera dijemput untuk diisolasi dan dirawat.

Saat ditanya siapa yang akan jemput siapa yang akan menjemput, Azharuddin menyatakan segera dijemput oleh pihak Dinas Kesehatan Aceh dengan tim surveillance-nya.

Ketiganya akan dirawat di RSUZA sampai sembuh.

"Mereka di sekeliling kita. Semoga belum sempat main-main ke mal atau tempat umum lainnya," kata Azharuddin.

Sementara informasi tentang bertambahnya jumlah warga Aceh yang terinfeksi corona itu diperoleh pihak RSUZA pada Sabtu sore dari Gugus Tugas Covid-19 Pusat yang mendapatkan hasil pemeriksaan swab ketiga orang tersebut dari Balitbang Kemenkes RI.

Satu Meninggal Dunia di Aceh

Sementara itu seperti diberitakan sebelumnya, pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Senin (23/3/2020) resmi dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 atau virus Corona.


Hal tersebut disampaikan oleh Direktur RSUDZA Banda Aceh Direktur RSUDZA Dr dr Azharuddin Sp OT K-Spine FICS kepada Serambinews.com, Kamis (26/3/2020).

"PDP asal Lhokseumawe yang meninggal pada Senin lalu positif Corona. Ini info pagi ini," tulis dr Azharuddin dalam pesan Whatsapp kepada Serambinews.com, pagi ini.

Menurut Azharuddin, hasil spesimen almarhum disampaikan secara resmi oleh Balitbang Kemenkes Jakarta pagi ini.

"Sudah keluar tadi pagi, kita disampaikan secara resmi oleh yang mengumumkan di Jakarta. Ini positif pertama di Aceh," jelas Azharuddin.

Sebagaimana diketahui, PDP Asal Lhokseumawe tersebut meninggal dalam pengawasan dan perawatan tim medis di RICU RSUDZA Banda Aceh.

Senin (23/3/2020), PDP berinisial AA tersebut meninggal pada pukul 12.45 WIB setelah mengalami sesak napas dan pneumonia akut.

Saat itu, pihak rumah sakit dan Tim Gugus Pencegahan Covid-19 tidak bisa menyimpulkan yang bersangkutan positif atau tidak, karena saat itu, hasil cek laboratorium belum keluar.

Dengan keluarnya hasil lab PDP tersebut hari ini, berarti ini adalah pasien pertama di Aceh yang dinyatakan positif virus Corona.

Pasien PDP Meninggal

Sementara itu Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani membenarkan ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP) lainnya di RSUZA Banda Aceh (selain PDP berinisial AA asal Lhokseumawe yang postif corona), meninggal dunia.

 

Pasien ini meninggal dunia dalam perawatan di Respiratory Intensive Care Unit (RICU) Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Rabu 25 Maret 2020.

“Benar, ada seorang PDP inisial EY (43 thn), laki-laki, dari Kabupaten Aceh Utara, meninggal dunia dalam perawatan RICU RSUZA Banda Aceh, sekira pukul 18.40 wib tadi,” kata SAG, Kamis (26/3/2020), pukul 01.00 dini hari, seperti dikutip siaran pers Humas Aceh, pagi ini.

SAG menyebutkan, EY memiliki riwayat tinggal di daerah transmisi virus corona.

Ia warga Aceh Utara yang pulang dari Malaysia.

Hasil pemeriksaan ditemukan gambaran pneumonia dan memenuhi kriteria sebagai PDP.

Karena itu, ia ditangani sesuai SOP Covid-19 di RICU RSUZA Banda Aceh, hingga meninggal dunia karena gagal nafas akibat pneumonia, kata SAG setelah mengumpulkan informasi di Posko Covid-19 Dinkes Aceh.

Lebih lanjut SAG mengatakan, EY meninggal dunia dalam status PDP karena belum ada hasil pemeriksaan spesimennya.

Pihaknya belum bisa menyimpulkan EY positif Covid-19 atau meninggal karena pneumonia akut.

"Tapi, jenazah EY akan tetap diperlakukan sesuai SOP jenazah Covid-19," demikian tutup Jubir SAG. (Jft/SERAMBI)

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA