21 September 2019

Dilaporkan ke OJK dan Dewan Asuransi Indonesia, Ijin Panin Dai Ichi Life Layak Dicabut?

KONFRONTASI -  Ijin Asuransi Panin Dai Ichi Life layak untuk ditinjau ulang bila perlu dicabut. Pasalnya, pihak  Asuransi Panin Dai_Ichi Life dianggap ingkar janji terhadap nasabahnya. Kasus terbaru adalah nasabah atas nama Molly yang klaim asurasunya tidak dibayarkan Panin Dai_Ichi Life terkait  meninggalnya suami Molly, almarhum Astiang. Selain itu, Asuransi Panin Dai_Ichi Life dianggap tidak beres dalam menjalankan usahanya di Indonesia, jika sebuah asuransi yang sehat dan bonafite tidak seyogyanya membiarkan nasabahnya menjadi korban dan nama baik serta reputasinya rusak hanya gara klaim 270 juta yang tidak mau dibayar.

Demikian siaran pers Kuasa Hukum, Molly yang diterima redaksi Kamis (21/8) di Jakarta

Kuasa Hukum Molly juga telah melaporkan Panin Dai_Ichi Life ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka meminta OJK untuk memeriksa Panin Dai_Ichi Life secara objektif dan transparan.

"Jika terbukti maka kami meminta adanya tindakan tegas dari Pihak OJK dan jika perlu sampai pencabutan Ijinnya agar tidak lagi menimbulkan korban korban lainnya". kata Suryani, Kuasa Hukum Molly.

"Selain melaporkan ke OJK, kami juga sudah mengirimkan laporan kepada Dewan Asuransi Indonesia dan Menteri Keuangan, untuk mengambil tindakan terhadap Panin Dai Ichi Life sesuai dengan kewenangan yang mereka miliki" ujarnya

Suryani menjelaskan saat ini pihaknya berkonsultasi dengan Pihak Bareskrim Polri terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan Asuransi Panin Dai Ichi Life.

"Apakah terdapat unsur unsur Pidananya, jika ada maka langkah hukum proses Pidana juga akan kami tempuh” tegasnya

Suryani berharap pihak Panin Dai Ichi Life dapat menyelesaikan kasus ini dengan baik. "Kami berupaya semaksimal mungkin membela korban yang lemah dan dizalimi seperti itu, menurut kami sangatlah tidak pantas perlakuan Asuransi Panin Dai Ichi Life ini yang membiarkan persoalan Molly ini menjadi bola liar tanpa ada niat dan itikad baik menyelesaikan, malah sibuk dengan menanggapi berita berita media dan mempromosikan diri dengan prestasinya telah membayar klaim ratusan milyar, namun klaim 270 Juta Rupiah saja tidak mau dibayar, apakah masih mengaku perusahaan yang berkomitmen tinggi?” kata Suryani.[ian].

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...