Bagikan Masker Gratis, Penjahit Ini Hanya Minta Dihadiahi Surat Al-Fatihah

KONFRONTASI-Saeni seorang penjahit (usaha taylor) asal Desa Beleka, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, merasa prihatin dengan merebaknya wabah Covid-19. Sebagai bagian dari kepeduliannya, ia pun membagikan masker gratis kepada masyarakat yang membutuhkannya termasuk instansi pemerintah.

Pembagian masker gratis yang dilakukan pemilik UD Rizki Taylor justru dilakukannya sendirian berkeliling wilayah Lombok Barat. “Saya lakukan sendirian saja, baik dari menyiapkan kainnya, menjahitnya dan membagikannya ke tengah-tengah masyarakat,” ujar Saeni dilansir Gatra.com, Rabu (8/4).

Menurut Saeni, proses pembuatan masker dari kain bekas jahitan hingga pendistribusiannya ke warga yang membutuhkan dilakukannya sendiri dengan alasan tidak ingin mengganggu apalagi menyita waktu para pekerjanya yang jumlahnya hampir puluhan orang.

Saeni mengungkapkan, aksi sosial ini merupakan inisiasinya sendiri, karena terpanggil akan rasa kemanusiaan, dimana masker saat ini merupakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sangat dibutuhkan untuk menangkal penyebaran virus corona-19 ini. “Jika masyarakat diharuskan membeli, justru harganya sangat tinggi, bahkan langka dan susah dicari. Itulah yang mendorong saya untuk membuat masker sendiri untuk saya bagikan,” terangnya.

Dikatakan dalam sehari ia bisa menjahit ratusan masker dan dirinya memasang target hingga puluhan ribu masker yang ia harus bagikan. Dalam membagi masker Saeni tidak berharap bayarannya. Dengan ketulusan hatinya setiap kali membagikan masker ia hanya minta dihadiahkan atau dibayarkan dengan Surat Al-Fatihah saja.

“Saya hanya minta dibayarkan dengan Surat Alfatihah saja, semoga kami sekeluarga, usaha kami dan para pekerja kami diberikan keselamatan, kesehatan dan usaa ini selalu lancar dan mendapatkan ridho Alloh SWT. Masker yang saya buat ini dinamai masker Al-Fatihah. Kita sama-sama saling membacakan Al-Fatihah agar kita diberikan keselamatan dan kesehatan,” ungkap Saeni.

Seni terpanggil memberikan bantuan kepada masyarakat disaat ujian dari Alloh SWT kepada manusia saat ini. Pembuatan masker gratis bagi masyarakat ini menurut Saeni dijadikannya sebagai ladang amal ibadah, mendapatkan pahala dari Allah SWT dengan keahlian menjahit yang dimilikinya.

Saeni berharap agar para pengusaha konveksi lainnya di Lombok Barat juga terpanggil hatinya untuk melakukan hal sama, di tengah musibah masyarakat saat ini yang sangat membutuhkan APD meski hanya sekedar masker sebagai pelindung utama masyarakat setap kali bepergian.

“Untuk bahannya saya rasa tidak terlalu sulit. Karena setiap kali ada sisa-sisa jahitan kita manfaatkan untuk membuat masker ini walaupun dari beragam warna kain. Saya yakin para pejahit lainnya di Lombok Barat ini memiliki keperihatinan dan keepdulian yang sama bagi masyarakat,” tutupnya.(mr/gatra)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA