31 March 2020

Anas: Tak Elok Kabinet Sepi Perempuan

KONFRONTASI - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum mengatakan urusan susun-menyusun Kabinet tidak hanya terkait isu profesionalitas, sebagaimana sering dibahas oleh media massa dan komentator atau pengamat politik.

Dikutip dari akun twitter resmi Anas (@anasurbaningrum) yang diketik oleh Admin berdasar tulisan tangan yang diserahkan Anas kepada penasihat hukumnya pada Senin (13/10), politisi muda itu mengatakan bahwa ada hal-hal yang tak tampak dan kadang tidak elok dibahas, meski itu nyata dalam pertimbangan formasi kabinet

"Komposisi latar belakang agama bakal menteri biasanya menjadi salah satu pertimbangan. Latar belakang suku dan asal daerah juga tidak terhindarkan. Tidak mungkin ini diabaikan," terang Anas.

Latar belakang sipil dan militer lazimnya juga dipertimbangkan. Selain itu, komposisi berdasarkan isu gender juga tak terhindarkan.

"Tak elok Kabinet sepi perempuan," kata Anas.

Komposisi senior dan representasi kaum muda juga penting. Kalau terlalu banyak yang tua, tidak cocok dengan Presiden muda. Biasanya Presiden juga mempertimbangkan representasi ormas-ormas besar, seperti Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah.

"Juga berbagai kelompok kepentingan, kelompok etnis, bahkan 'tim sukses' pemenangan pilpres. Belum lagi dengan isu respons pasar. Pasti Presiden menghitung apa reaksi pasar atas komposisi Kabinetnya," lanjut Anas.

Anas berharap Presiden dan Wapres terpilih (Jokowi-JK) dam para penyusun fomrasi kabinet bisa melahirkan Kabinet yang sesuai harapan, baik oleh dirinya sendiri maupun diharapkan oleh publik walau tidak mudah untuk memenuhi keduanya.[ian/rm]

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...