Alamak, Kakek Ini Mengaku Rasul dan Jual Kartu Surga Seharga Rp50 Ribu

KONFRONTASI-Pimpinan tarekat ta'jul khalwatiyah Syech Yusuf di Gowa, Puang La'lang (74) ditangkap Polres Gowa. Dia ditetapkan tersangka dalam kasus penistaan agama.

Wakapolres Gowa Kompol Fajri Mustafa menjelaskan, September lalu, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo telah mengeluarkan rekomendasi pembubaran kelompok tarekat Puang La'lang setelah keluar fatwa MUI soal aliran sesat itu. MUI Gowa pun telah melaporkan tarekat pimpinan warga Dusun Tamalate, Desa Timbuseng, Kecamatan Patalassang itu ke Polres Gowa, karena dinilai telah meresahkan warga.

Antara lain hal menyimpang yang diajarkan Puang La'lang ini adalah mengaku sebagai rasul dan keturunan langsung Nabi Muhammad SAW. Katanya, tasbih yang digunakan membaiat pengikut adalah tasbih Nabi Muhammad SAW yang tiba-tiba ada di depannya.

Selain itu, Puang La'lang menjanjikan keselamatan dunia akhirat dan janji masuk surga. Setiap pengikutnya diberikan kartu Wipiq (kartu surga) sebagai tanda keanggotaan. Untuk mendapatkan kartu surga, diminta bayaran dengan nilai variatif mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 50.000.

Pengikut juga diwajibkan membayar zakat badan sebesar Rp 5.000/kg yang dihitung berdasarkan berat badan pengikut. Diwajibkan pula membayar zakat mal atau zakat harta sebesar 2,5 persen dari penghasilan para pengikut. Dana-dana yang masuk dari pengikutnya dikelola sendiri Puang La'lang.

"Masih banyak lagi penyimpangannya. Ini perlu disosialisasikan ke masyarakat jangan sampai banyak yang jadi korban. Dari penyelidikan dan penyidikan kami, jumlah pengikutnya sejak sebarkan ajaran tersebut tahun 1999 lalu itu sudah capai 5 jutaan orang karena asalnya bukan hanya dari Kabupaten Gowa, tapi juga dari daerah-daerah lain di luar Gowa. Bahkan sudah lintas provinsi dan lintas negara," kata Kompol Fajri Mustafa saat dikonfirmasi, Rabu (6/11).

Ditambahkan, pasal yang dipersangkakan adalah Pasal 156 a KUHP dan atau Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, dan atau Pasal 3,4,dan 5 UU No 8 Tahun 2010 dan atau UU No 22 tahun 1946. Ancaman hukuman 5 hingga 20 tahun penjara.

"Sementara ini baru Puang La'lang jadi tersangka. Soal tersangka berikutnya, kita tunggu hasil pengembangan," kata Kompol Fajri Mustafa.[mr/mdk]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA