15 December 2019

AKBP Untung: Yang Saya Tidak Suka Masyarakat Malah Selfi

Konfrontasi - Nama Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Untung Sangaji mencuat setelah penyerangan kelompok teroris di Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat. Namanya tenar lantaran dirinya melumpuhkan salah satu pelaku penyerangan bom dan aksi tembak-menembak.

Selain itu, nama Untung Sangaji juga mencuat lantaran pernyataan dirinya yang sebelumnya menyebut ada dua pelaku teror lagi yang melarikan diri ke Tanah Abang.

Menanggapi berita tersebut, Untung Sangaji pun mengadakan klarifikasi mengenai pernyataan itu.

Bertepat di Ruang Media Management Center Polda Metro Jaya, Untung ditemani Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal dan Iptu Tamat yang bersama dirinya melumpuhkan pelaku.

"Saya tidak pernah bilang pelaku teror melarikan diri. Saya bilang yang lari banyak, ada yang lari saja, ada yang lari pakai motor, tapi saya tidak tahu apakah lari karena kena paku dan ke rumah sakit atau lari apa saya tidak tahu," ujar Untung kepada wartawan, Sabtu (16/1/2016).

Dia pun mengesalkan ulah masyarakat yang tetap berkumpul meski ledakan pertama terjadi.

"Yang saya tidak suka saat bom terjadi, masyarakat malah selfie dan mengabadikan moment tersebut buat foto dan merekam, padahal itu berbahaya," ujarnya.

Dia pun menceritakan, dirinya melumpuhkan pelaku dengan menembak kaki sehingga bom yang dipegang pelaku lepas dan meledak.

"Kenapa kita lumpuhkan karena yang dia bawa berat sekali, kalau yang di tangan bomnya kecil, saya incar kakinya dan meledak bomnya, kalau sampai yang bom gede itu meledak itu maka masyarakat kena," katanya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal pun menegaskan, tidak ada pelaku yang melarikan diri.

"Hal itu berdasarkan CCTV yang ada, kalau ada yang bilang kabur naik motor trail, bebek dan lainnya itu tidak benar," ucap Iqbal.

Sebelumnya, AKBP Untung Sangaji, anggota polisi yang berhasil melumpuhkan dua pelaku teror bom Thamrin, Jakarta, menyebutkan ada pelaku yang lari ke arah Tanah Abang.

Ia melihat ada dua orang yang diduga teroris melarikan diri menggunakan sepeda motor, sambil membawa sesuatu, saat terjadi aksi tembak menembak antara polisi dengan pelaku teror lainnya.

“Hanya, saya ketika itu fokus dengan pelaku yang ada di depan Starbucks. Kan, tidak mungkin saya memperhatikan dua-duanya. Karena di depan Starbucks juga sangat vital, banyak masyarakat. Saya hanya berdua dengan (Inspektur II Polisi) Tamat Suryani. Sementara, peluru kita juga sedikit,” kata Untung, usai diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (16/1/2016).

Ia merinci ciri dua orang terduga teroris yang melarikan diri ke Tanah Abang, memakai helm dan membawa tas ransel. Lalu, mereka menggunakan motor bebek. Meski begitu, Untung tidak menjelaskan lebih lanjut soal seberapa besar tas ransel, atau apakah keduanya, atau hanya satu orang yang memakai ransel.

“Saya katakan, kita tidak kecolongan, karena kita berhasil melumpuhkan bom yang lebih besar. Hanya karena kita gila, kita hantam saja. Tidak ada urusan,” ujar Untung. (vv/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...