16 December 2018

Wadoh, 70% Wilayahnya Lautan, Kok Indonesia Masih Impor Ikan?

KONFRONTASI - Wilayah Indonesia terdiri dari 70% wilayah lautan dan 30% daratan. Maka dari itu hasil laut yang diperoleh pun pasti berlimpah.

Namun, Indonesia masih mengimpor ikan dari beberapa negara tetangga. Hal tersebut juga ditegaskan Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang menyarankan jangan impor ikan jika jenisnya bukan yang khusus.

Apa alasan Indonesia masih impor ikan?

Indonesia hingga saat ini masih mengimpor beberapa jenis ikan untuk kebutuhan konsumsi dan industri. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Rifky Effendi Hardijanto menjelaskan, ikan yang diimpor merupakan berbagai jenis ikan yang produksinya masih kurang di Indonesia.

"Untuk konsumsi itu ikan salmon, ikan trout kemudian ada banyak ikan juga yang kita ambil untuk kepentingan industri misalnya sarden, makarel," jelas dia kepada detikFinance, Selasa (25/9/2018).

Rifky menjelaskan selain untuk konsumsi, banyak turunan ikan yang digunakan untuk bahan pembantu industri. Ia menjelaskan ikan yang masih diimpor merupakan ikan yang tidak ada di Indonesia atau produktivitasnya masih kurang untuk kebutuhan industri.

 

"Ada juga ikan yang diperuntukkan untuk bahan pembantu industri, itu juga kita produksinya kekurangan. Misalnya kita tepung ikan, itu kan turunan untuk produk ikan dan itu kan diperlukan untuk industri pakan misalnya. pakan ternak dan pakan ikan. itu produksi dalam negeri itu kurang itu," jelas dia.

Sebagai informasi, belakangan permasalahan soal kebijakan impor menjadi isu yang sensitif, bahkan pemerintah saat ini tengah mempererat kebijakan impor untuk menstabilkan nilai rupiah. Mengenai impor ikan ini juga berawal dari perkataan Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan ada sejumlah produk perikanan yang juga masih dipenuhi dari impor. Ia mengatakan seharusnya tidak ada lagi impor ikan karena produksi ikan kita sudah melimpah.(Juft/Detik)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...