31 March 2020

Ucapan Jokowi Soal Propaganda Rusia Bisa Merusak Hubungan Diplomatik Antarnegara

KONFRONTASI-Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi tidak mengetahui asal mula Presiden Joko Widodo bisa menyebut ada propaganda Rusia dalam pemilihan presiden 2019. Kepala Negara diminta menjaga ucapannya.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa pemerintah Rusia juga membantah komentar tersebut. Dia melihat ini sebagai pernyataan bohong.

“Itu berbahaya loh seorang presiden dengan bahasa eksplisit menyebut satu negara terlibat dalam pemenangan salah satu pasangan presiden, apalagi menyeret negara lain dalam peta perpolitikan Indonesia,” katanya saat dihubungi, Senin (4/2/2019).

Dahnil menjelaskan bahwa ini bisa merusak hubungan diplomatik antarnegara. Dia mempertanyakan apakah Jokowi sadar akan resiko tersebut.

Sementara itu, Prabowo dipastikan tidak memakai konsultan dari luar negeri, termasuk Rusia. Dengan begitu, salah tuduhan tersebut karena Prabowo menggunakan saran dari Bojong Koneng, Jawa Barat tempat dia tinggal.

“Kalau berdasarkan saran dari Bojong Koneng, ya khasnya harus joged-joget dikit, joged Gatot Koco. Itu konsultan Bojong Koneng. Jadi hal yang disampaikan gak tau pak jkw dari mana itu adalah sumber hoax,” jelasnya.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...