23 September 2019

'Stand Up Comedy', Rocky Gerung: Survei Kompas dan PolMark Bikin Istana Panik

Oleh: Ferdiansyah

 Mantan dosen filsafat Universitas Indonesia (UI), Rocky Gerung turut mengomentari soal kejujuran lembaga survei di Pilpres 2019.

Menurut Rocky, kejujuran sejumlah lembaga survei membuat panik Istana. Rocky menyinggung soal kejujuran yang menurutnya juga membuat panik pihak-pihak tertentu.

"Kita lihat bahwa ada kepanikan membaca hasil riset Kompas dan hasil riset PolMark Eep Saefulloh, yang sebetulnya biasa-biasa aja. Tapi karena udah biasa berbohong dengan menaikkan elektabilitas, kalau ada orang yang bicara jujur dia panik sendiri. Karena biasanya yang dipamerkan oleh surveyor Istana, elektabilitas petahana 68 persen, sementara oposisi 28 persen. Bener nggak tuh? Bener, kalau margin of error-nya 100," beber Rocky di acara Aliansi Pengusaha Nasional di Djakarta Theater, Kamis (21/3/2019) malam.

Rocky mengaku sedang stand up comedy. Dia kemudian berbicara soal jaket kedunguan hingga kartu Pradungu.

Rocky awalnya berbicara soal para pengusaha yang berani bersikap hingga survei PolMark dan Litbang Kompas. 

"Orang yang ingin mengambil risiko dia otentik karena dia berpikir melakukan kalkulasi. Dengan kata lain hanya orang yang berakal yang mampu menghitung risiko. Orang yang nggak berakal, takut mengambil risiko, artinya dia tidak otentik," kata Rocky Gerung.

"Orang yang tidak otentik akan berupaya untuk mencitrakan dirinya 7 kali sehari dengan ganti-ganti pencitraan. Karena nggak terbaca dari bahasa tubuhnya bahwa dia mampu untuk mengucapkan argumentasi," sebut Rocky.

Rocky juga memberi pesan tentang energi kepada para peserta. Menurutnya, semua pihak harus menyimpan energi untuk dua hal.

"Jadi teman-teman semua, saya hanya ingin mengimbau agar supaya energi yang masih tersisa kepada kita, kita bagi dua. Energi untuk menyambut presiden baru, itu urusan saudara-saudara karena saya nggak berurusan dengan presiden baru, saya berurusan dengan presiden lama," sebut Rocky.

Dia lanjut menceritakan tentang bully yang diterimanya. Rocky menyinggung soal jaket 01 dan jaket 02.

"Seringkali, saya di-bully lagi kan, bahwa kayak kemarin di Osaka yang kemudian jadi viral. Saya pinjam ini jaketnya persis jaket begitu, ada tulisan 02. Saya pakek jaket begituan karena saya habis ceramah di Osaka saya kedinginan maka hanya ada jaket 02 maka saya pinjam jaket itu. Karena saya kedinginan. Kalau saya kedunguan saya pinjam jaket 01," sebut Rocky.

"Jadi geng petahana marahin saya, kenapa nggak pernah pakai jaket 01. Loh itu jaket kedunguan, bukan kedinginan. Itu, mempersoalkan hal yang sifatnya teknis aja," imbuh dia.

"Jadi saya ingin pastikan bahwa kita akan bertemu selalu di dalam acara semacam ini karena kegembiraan politik dan yang di sebelah sana cemas terus menerus karena segala macam jenis pencitraan sudah diucapkan tapi elektabilitas justru diperlihatkan hancur," sebut Rocky.

Pengamat politik yang beken dengan jargon "akal sehat" itu kembali menyinggung soal survei. Menurutnya, semua cara sudah dilakukan pihak tertentu tapi hasil survei malah makin rusak.

Dia lanjut bicara soal kartu. Menyinggung kartu Pra-Kerja, Rocky lantas bicara soal kartu Pradungu.

"Semua kartu udah dikeluarin. Kemarin saya katakan yang terakhir kartu Pra-Kerja. Saya bilang masih ada satu kartu yang belum dikeluarin, namanya kartu Pradungu dan jangan harap kartu itu akan dibagikan pada saudara-saudara karena beliau akan pakai sendiri kartu itu," sebut Rocky.

Rocky kemudian menegaskan apa yang disampaikannya ini merupakan stand up comedy. Dia juga bicara analogi kendaraan turun mesin.

"Oke teman-teman saya kira, saya kira, itu stand up comedy malam ini dan Anda tahu bahwa mobil kalau dia mogok, mestinya turun mesin. Ini mobil udah mogok, dicuci tiap hari. Dipikir kalau mobilnya dicuci tiap hari mengkilap mobilnya akan hidup lagi nggak bisa. Mobil mogok itu artinya turun mesin dan kita akan turunkan mesin itu 17 April," sebut Rocky.

Dalam kesempatan itu, Rocky juga menyinggung diplomasi era pemerintah saat ini. Rocky juga berbicara cara berpikir ala "planga plongo".

Awalnya dia membahas soal Indonesia yang menurutnya didirikan dengan argumentasi kuat oleh para pemikir bangsa. Namun hal, kata dia, sudah hilang.

"Sekarang kita kehilangan kemewahan itu sehingga kita tidak mungkin dihargai di forum internasional. Kemampuan diplomasi kita turun habis-habisan," kata Rocky.

Pembebasan Siti Aisyah yang sempat didakwa Jaksa Malaysia terlibat pembunuhan Kim Jong-nam juga dibahas oleh Rocky. Dia mengkritik pemerintah.

"Seminggu lalu ada skandal Presiden Jokowi klaim bahwa pembebasan Siti Aisyah akibat kemampuan diplomasi pemerintah Indonesia ke Malaysia. Dan belum satu hari PM Malaysia membantah kita dan itu memalukan sehingga harus dibuat klarifikasi," sebut Rocky.

"Siapa yang bikin klarifikasi? Pejabat eselon II dari Dephukam, kepala administrasi hukum yang mengatakan bukan itu maksud presiden. Jadi pejabat eselon II koreksi presiden, ajaib," kritik dia. 

Menurutnya, hal itu memalukan. Rocky menganggap itu sebagai "kedunguan diplomatik". "Jadi kita dari hari ke hari dipamerkan kedunguan diplomatik sehingga nggak dihargai," sebut Rocky.

Dia lalu mengungkit pernyataan Prabowo soal Soemitro Djojohadikusumo. "Tadi benar Pak Prabowo ceritakan literasi yang diperoleh langsung dari ayahnya dan saya ingat diawal-awal kuliah saya tahun 80-an ada mata kuliah yang diedarkan RRI, dulu namanya Universitas Terbuka," ucap Rocky.

"Kuliah ekonomi perdana diucapkan Soemitro Djojohadikusumo dan beliau kalau lagi kasih kulaih di UI gerak tangan dan kepalanya itu nggak diam karena berusaha mengeluarkan isi pikiran, apa isi pikirannya," jelas Rocky.

Menurut Rocky, ada orang yang menggerakkan kepala namun tidak punya pikiran. Itu disebutnya sebagai cara berpikir planga plongo.

"Tapi ada yang cukup gerak kepala tapi nggak ada pikiran. Itu bedanya antara menggerakkan kepala karena sedang berpikir dan menggerakkan kepala karena nggak punya pikiran. Terakhir namanya planga plongo. Kita nggak ingin generasi ke depan diajari cara berpikir ala planga plongo," pungkas Rocky. (Jft/TeropongS)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...