20 July 2018

Sama-sama dari Militer, Tak Elok Jika Prabowo Berduet dengan Gatot

KONFRONTASI-Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Dalam pertemuan itu, Gatot disebut-sebut telah mengutarakan keinginannya menjadi capres maupun cawapres 2019. Itu disampaikan di depan Prabowo.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera tak setuju jika akhirnya Gerindra memilih Gatot sebagai cawapres Prabowo. Sebab keduanya berlatar belakang sama.

"Pak Gatot militer, Prabowo militer. Tidak elok," ujar Mardani dilansir merdeka.com, Rabu (21/3).

PKS hampir pasti berkoalisi dengan Gerindra dalam laga Pilpres 2019. Untuk itu dia meminta semua opsi cawapres dirembuk bersama dengan matang.

"Yang pertama ditegaskan bahwa penetapan Capres dan Cawapres dilakukan melalui mekanisme musyawarah," ucap Mardani.

Sampai saat ini Prabowo juga belum memberikan ketegasan sikap untuk maju di Pilpres tahun depan. Namun kata Mardani, Gerindra memiliki peluang paling besar mencalonkan Prabowo menjadi presiden dibanding PKS yang merencanakan Sohibul Iman dan PAN Zulkifli Hasan.

"Tentu Gerindra punya opsi terbesar untuk Capres dengan kursi 73-nya (di DPR)," ujar Mardani.

Gerindra harus berkoalisi demi memuluskan langkah Prabowo. "Karena pemilik tiket itu statusnya share ticket. Tidak ada yang bisa maju sendiri. Jadi bukan hanya Cawapres tapi Capres pun dibahas bersama," tutur Mardani.

Sampai saat ini, baik Gerindra, PKS dan PAN belum menyatakan sikap politiknya. Mardani tak khawatir sebab pendaftaran Pilpres dibuka 4 sampai 10 Agustus 2018 nanti.

"Waktunya masih cukup. Daftar nanti 4 - 10 2018," ucapnya.[mr/mdk]

Category: 
Loading...