16 December 2018

Polri Tangkap ARP, Karena Dianggap Buat Status Bom Kampung Melayu Rekayasa

KONFRONTASI -  Seorang warga berinisial ARP (37) ditangkap oleh Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Ia ditangkap karena menyebarkan informasi bohong yang menyebutkan peristiwa bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur adalah rekayasa melalui akun Facebooknya.

"Iya betul, yang bersangkutan sudah ditangkap. Besok akan dirilis oleh Humas Mabes Polri," ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran saat dikonfirmasi wartawan, Senin (28/5).

ARP adalah warga yang tinggal  di Jalan Sutan Syahrir, Silaing Bawah, Padang Panjang Barat, Sumatera Barat. Ia ditangkap pada Minggu (28/5) sore tanpa melakukan perlawanan.

Fadil mengatakan, ARP ditangkap atas dugaan penyebaran informasi sesat yang dikhawatirkan menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, ras dan antargolongan (SARA).

Sebab, dirinya dinilai bukannya berempati atas peristiwa ledakan yang terjadi pada Rabu (24/5) malam melainkan malah memperkeruh suasana dengan menyebarkan informasi hoax.

Di akun Facebook-nya, ARP menulis aksi bom bunuh diri yang menewaskan tiga anggota Polri dan melukai sejumlah warga sipil itu adalah rekayasa polisi.

"Ini rekayasa bom bunuh diri. Sebentar lagi framing pemberitaan media akan mengarah pada satu topik bahwa pelakunya Islam radikal," tulis ARP di akun Facebook-nya.

Fadil menegaskan pihaknya terus menyelidiki pelaku yang menyebarkan informasi hoax di media sosial. "Kita selidiki terus penyebar hoax," ujar Fadil.(Juft/Skala)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...