Pilih Agus Gumiwang, Jokowi Incar Suara di Jabar?: Page 2 of 2

Belajar dari Setnov

Idrus memilih mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri sosial bukan hanya untuk menyelamatkan citra Jokowi menjelang pilpres 2019. Arya menganggap Idrus mengambil langkah itu supaya Partai Golkar bisa selamat dalam Pemilu 2019.

"Saya kira itu langkah taktis karena kalau dia ditetapkan sebagai tersangka dalam posisinya sebagai menteri itu efek negatifnya lebih kuat," kata Arya.

Arya menyebut ada kemungkinan Idrus berkaca dari kasus korupsi e-KTP yang menjerat sejawatnya, Setya Novanto.

Saat itu, kata Arya, Setya Novanto seolah enggan tersentuh hukum sehingga kasusnya berjalan dengan penuh dengan drama dan berbelit-belit. Alhasil, sentimen negatif masyarakat tak hanya menyudutkan dia secara pribadi, tetapi juga berimbas kepada Partai Golkar. 

"Karena ada juga usaha di internal untuk mempertahankan posisi Novanto," kata dia. 

"Berbeda dengan kasus Idrus, saya kira ini negosiasi di internal yang bijaksana bahwa Golkar harus survive, salah satunya mereka harus merelakan Idrus Marham untuk mundur," ujarnya. (mr/cnn)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA