18 March 2019

Pendataan Orang Gila Boleh Nyoblos dan isu 31 Juta DPT Bermasalah, Kesankan Sinyal ''Jokowi Takut Kalah'', kata analis

KONFRONTASI- Pendataaan orang gila atau kena gangguan jiwa (ODGJ) oleh KPU untuk dimasukkan ke daftar pemilih tetap Pemilu 2019, mengesankan bahwa kubu Jokowi takut kalah pada pemilu/pilpres 2019. Belum lagi adanya isu 31 Juta tambahan DPT yang bermasalah dan jadi kontroversi era Jokowi kini.

Demikian pandangan analis F Reinhard MSc dari the New Indonesia Foundation, sementara Ketua Komisi III DPR RI, Kahar Muzakir, mempertanyakan objektifitas pilihan politik ODGJ. Pasalnya, mereka tidak bisa berpikir selaiknya pemilih pada umumnya.

"Saya tidak ngerti itu bagaimana cara ngontrolnya, orang gila atau gangguan jiwa kan enggak bisa mikir. Kok bisa diberi hak pilih?" kata Kahar.

Meski dikritik sebagian kalangan, KPU tetap bersikukuh untuk memasukkan ODGJ dalam DPT. KPU berargumen ada landasan kuat yang memerintahkan pendataan tersebut, yakni putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 135/PUU-XIII/2015. Ada apa? Rekayasa politik dan hukum apa lagi?

Kahar menegaskan, hukum positif negara tak bisa memproses ODGJ, apalagi ini soal politik. "Dalam hukum positif saja orang gila gak bisa dijerat," demikian Kahar
Analis F Reinhard MSC melihat, selama empat tahun terakhir Nawacita dan Trisakti dikubur praktek Neoliberalisme ekonomi dan perburuan rente yang berwatak pesta pora oligarki. Isu perburuan rente ekonomi  melalui impor pangan dan BBM sudah jadi wacana publik di media sosial. Dampaknya, kubu Jokowi makin terkucil dari rakyat banyak dan kian ditinggalkan ummat Islam (rakyat) yang umumnya hidup makin susah.

''Dan pemerintah Jokowi hanya fokus pada infrastruktur dan pencarian modal asing/investor asing, namun mengabaikan kondisi kaum tani dan nelayan serta buruh maupun UMKM yang makin luruh dan melemah, tergerus oleh defisit neraca berjalan dan merosotnya rupiah serta merosotnya daya beli rakyat. Memburuknya ekonomi dan makin runcingnya tegangan Jokowi dengan ummat Islam membuat Jokowi hamper pasti kalah pada Pilpres 2019,'' kata peneliti Indonesian Research Group (IRG) itu

Para analis menilai, Jokowi hampir pasti kalah 2019 .

(FF)
 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...