16 October 2018

Orang Gila Lagi Viral dan Kronologi Penganiayaan Ustad Prawoto Hingga Meninggal Dianiaya

KONFRONTASI - Setelah kasus penganiayaan KH Umar Basri, kasus serupa menimpa Ustad Prawoto hingga meninggal dunia. Korban dianiaya oleh pelaku dengan menggunakan linggis. Terungkap Komandan Brigade Pengurus Pusat Persatuan Islam (PP Persis) itu dibunuh oleh tetangganya, Asep Maftuh, 45.

Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo membeberkan kronologi pembunuhan Ustad Prawoto. Pembunuhan sadis itu membuat geger warga Blok Kasur RT 1/5, Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Kamis (1/2) pagi.

Mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat itu mengatakan, kejadian berawal saat pelaku Asep menggedor rumah Ustad Prawoto menggunakan pipa besi. Utstad Prawoto kemudian menegur pelaku.

Teguran korban membuat pelaku tambah emosi. Pelaku mengejar korban sambil membawa potongan pipa besi.

Korban dikejar hingga 500 meter dan terjatuh di depan warung milik Eni. Pelaku kemudian menganiaya korban di bagian kepala dan tangan hingga tak berdaya. Akibatnya, kepala korban bocor dan mengalami patah tulang.

“Pelaku memukuli korban beberapa kali yang mengakibatkan korban mengalami luka patah tangan kiri dan luka terbuka di kepala,” ucap Hendro dilansir Pojoksatu (Jawa Pos Group).

Hendro menambahkan, polisi telah mengamankan pelaku. Polisi akan tetap memproses pelaku meski terindikasi mengalami gangguan kejiwaan. Nanti majelis hakim yang akan memutuskan apakah kasus tersebut akan dihentikan atau tidak.

Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian. “Saat ini anggota Satuan Reskrim Polrestabes Bandung melakukan oleh TKP dan berkoordinasi dengan RSJ Cisarua,” tandas Hendro.

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, pelaku penganiaya Ustad HR Prawoto, merupakan pasien Rumah Sakit (RS) Jiwa. “Pelaku tetangga depan rumah almarhum, pasien RS Jiwa,” ucap Irjen Agung. (KONF/MO, JPNN)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...