22 October 2019

KPU Minta Bawaslu Beri Solusi

Konfrontasi - Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Tengah meminta Badan Pengawas Pemilu provinsi setempat tidak sekadar mengeritik kinerja pemutakhiran data pemilih tetap pada Pilkada serentak tetapi juga harus memberikan solusi.

"Sebab kami tidak ingin ada satu orang pun yang tidak terdaftar sebagai pemilih tetap sehingga haknya hilang. Kami juga takut kalau ada pemilih yang haknya hilang," kata Komisioner KPU Sulawesi Tengah Ramlan Salam dihubungi dari Palu, menanggapi kritik Bawaslu atas kinerja KPU terkait pemutakhiran data pemilih.

Ramlan mengatakan KPU berterima kasih atas kritikan Bawaslu terkait daftar pemilih tetap, hanya saja kata Ramlan, kritikan tersebut harus disertai solusi.

"Kalau ada yang belum terdaftar ya serahkan namanya, alamatnya dimana," katanya.

Ramlan yang membidangi perencanaan, data, keuangan dan logistik tersebut mengatakan saat ini dirinya sedang berada di Jakarta dalam rangka mengkonsultasikan masalah daftar pemilih tetap khususnya terkait dengan daftar pemilih tambahan (DPTB-1) yang mencapai 11.961 pemilih.

Ramlan mengakui ada beberapa daerah yang daftar pemilih tambahannya berpengaruh signifikan terhadap surat suara di tempat pemugutan suara (TPS).

"Kalau secara gelondongan memang ada penambahan daftar pemilih yang persentasenya hanya 0,6 persen dari daftar pemilih. Ini tidak masalah. Tetapi tidak bisa dilihat secara gelondongan karena surat suara itu berbasis TPS," katanya.

Sementara surat suara yang didistribusi ke TPS hanya kelebihan 2,5 persen. Ada beberapa daerah mengalami ketambahan daftar pemilih lebih besar dari 2,5 persen.

"Inilah yang mau kita perbaiki daftar pemilih tetapnya oleh KPU di kabupaten. Tetapi kita juga butuh rekomendasi panitia pengawas sehingga kita punya dasar untuk mengubah daftar pemilih tetap," katanya.

Ia mengatakan KPU RI telah mengeluarkan surat edaran nomor 079/2015 terkait perubahan daftar pemilih tersebut.

"Makanya dibolehkan untuk mengubah daftar pemilih tetap," katanya.

Menurut Ramlan sejumlah KPU di kabupaten menunggu rekomendasi panitia pengawas terkait perbaikan daftar pemilih tetap tersebut. Berdasarkan itulah kata Ramlan daftar pemilih tetap ditambah dan daftar pemilih tambahan dikurangi. (rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...