Kabiro Pers Istana Intimidasi Wartawan?

KONFRONTASI-Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta mengecam keras tindakan intimidasi yang diduga dilakukan Kepala Biro Pers Istana Albiner Sitompul kepada jurnalis perempuan Wita Ayodya Putri saat meliput Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebagai Kepala Biro Pers Istana, Albiner seharusnya mengayomi wartawan, bukan melakukan perbuatan yang melecehkan kebebasan pers.

“Oleh karena itu AJI Yogyakarta meminta Kepala Biro Pers Istana Albiner Sitompul untuk meminta maaf secara tertulis kepada korban dan media tempatnya bekerja,” kata Ketua Aji Yogyakarta, Hendrawan Setiawan.

Hendrawan mengatakan, kerja jurnalis tidak boleh ada penyensoran dan intimidasi dari siapapun. Sikap yang dilakukan Kepala Biro Pers Istana telah melanggar ketentuan UU No 40 tahun 1999 tentang Pers pada Pasal 4 Ayat (1), (2), dan (3).

Bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran. “Untuk menjamin kemerdekan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi,” jelasnya.

Bahwa dalam ketentuan pidana UU Pers pada Pasal 18 disebutkan setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 Ayat (2) dan Ayat (3) dipidana dengan penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

“AJI menilai, perbuatan pelaku (Kepala Biro Istana) adalah salah satu bentuk ancaman terhadap kebebasan pers,” kata Hendrawan.Mendapat kecaman tersebut, Kabiro Pers, Media, dan Informasi Albiner Sitompul pun membantah

"Saya mengklarifikasi penilaian AJI bahwa saya menghambat wartawan menjalankan tugas-tugas jurnalistik, apalagi mengintimidasi, mengancam, dan meneror wartawan," kata Albiner dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/5/2015).

"Saya tegaskan, sebagai Kepala Biro Pers, Media dan Informasi, saya sangat menghormati profesi wartawan. Oleh karena itu, saya mempermudah pekerjaan wartawan dengan memfasilitasi wawancara dan menyampaikan kegiatan wartawan pada Presiden Joko Widodo," imbuhnya.

Karenanya, Albiner menjelaskan alasannya meminta wartawan bertanya pada presiden sesuai dengan agenda yang berlangsung, agar Jokowi bisa siap menjawab pertanyaan para pewarta.

"Tapi, kemudian setelah pertanyaan terkait agenda tersebut sudah dijawab presiden dan presiden berkenan menjawab pertanyaan di luar konteks, tidak ada persoalan," kata Albiner.[mr/okz]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA