Ini Klarifikasi Kementerian BUMN soal Percakapan Rini Soemarno dengan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir

KONFRONTASI- Kementerian BUMN membantah adanya percakapan tentang 'bagi-bagi fee' yang dilakukan Rini Soemarno dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir.

Hal tersebut, disampaikan Kementerian BUMN melalui Keterangan tertulis yang diterima  oleh media ini

Sebelumnya beredar rekaman percakapan yang diunggah oleh akun Instagram @walikota_parung

Akun @walikota_parung mengunggah sebuah video yang berisi rekaman percakapan dengan cover tulisan Rini Soemarno dan Sofyan Basir.

Dalam rekaman itu, keduanya menyebut seseorang bernama Pak Ari.

Seperti ini transkrip pembicaraan yang ada dalam video tersebut

Pria (P): Kemarin gini. Saya juga kaget kan Bu, saya mau cerita sama Ibu, beliau kan panggil saya, pagi kemarin kan saya baru pulang, pesawat saya telat bu.

Wanita (W): Ya, ya, kemarin ngomong sama bapak kemarin, yang penting gini lah, udah lah yang seharusnya ngambil ini dua, Pertamina sama PLN, jadi dua-duanya punya saham lah pak, saya bilang begitu

P: Dikasih kecil kemarin saya bertahan Bu, ya kan, beliau ngotot, kan kalau nggak ada PLN kan nggak ada juga bisnis, Waktu itu kan saya ketemu Pak Ari juga bu, saya bilang Pak Ari mohon maaf, masalah share ini kita duduk lagi lah Pak Ari. Ibu setuju bu

W: Saya terserah bapak-bapak lah, saya memang kan konsepnya sama-sama Pak Sofyan.

P: Betul

Sepeti ini video yang diunggah akun @walikota_parung.

Menanggapi video percakapan yang beredar tersebut, Kementerian BUMN memberikan klarifikasi.

Kementrian BUMN menegaskan bahwa beredarnya penggalan percakapan antara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dengan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir yang sengaja diedit sedemikian rupa dengan tujuan memberikan informasi yang salah dan menyesatkan.

Sekretaris Kementerian BUMN, Imam Apriyanto Putro mengatakan, memang benar bahwa Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut PLN Sofyan Basir melakukan diskusi mengenai rencana investasi proyek penyediaan energi yang melibatkan PLN dan Pertamina.

Dalam diskusi tersebut, baik Menteri BUMN Rini Soemarno maupun Dirut PLN Sofyan Basir memiliki tujuan yang sama yaitu memastikan bahwa investasi tersebut memberikan manfaat maksimal bagi PLN dan negara, bukan sebaliknya untuk membebani PLN.

 Percakapan utuh yang sebenarnya terjadi ialah membahas upaya Dirut PLN Sofyan Basir dalam memastikan bahwa sebagai syarat untuk PLN ikut serta dalam proyek tersebut adalah PLN harus mendapatkan porsi saham yang signifikan.

Sehingga PLN memiliki kontrol dalam menilai kelayakannya, baik kelayakan terhadap PLN sebagai calon pengguna utama, maupun sebagai pemilik proyek itu sendiri.

 Dalam perbincangan yang dilakukan pada tahun lalu itu pun Menteri Rini secara tegas mengungkapkan bahwa hal yang utama ialah BUMN dapat berperan maksimal dalam setiap proyek yang dikerjakan.

Sehingga BUMN dapat mandiri dalam mengerjakan proyek dengan penguasaan teknologi dan keahlian yang mumpuni.

 Proyek penyediaan energi ini pada akhirnya tidak terealisasi karena memang belum diyakini dapat memberikan keuntungan optimal, baik untuk Pertamina maupun PLN.

Foto Balita Ini Kini Jadi Aktor Bertubuh Atletis hingga Inul tak Malu Makan Sambil Duduk Gelesotan

 "Kami tegaskan kembali bahwa pembicaraan utuh tersebut isinya sejalan dengan tugas Menteri BUMN untuk memastikan bahwa seluruh BUMN dijalankan dengan dasar Good Corporate Governance (GCG)," kata Imam di Solo, Sabtu (TribunWow.com., 29/04/2018).

 Sementara itu, terkait dengan penyebaran dan pengeditan rekaman pembicaraan yang jelas dilakukan dengan tujuan untuk menyebarkan informasi yang salah dan menyesatkan kepada masyarakat, Kementerian BUMN akan mengambil upaya hukum untuk mengungkap pembuat serta penyebar informasi menyesatkan tersebut.(TribunWow.com/Woro Seto)



 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA