16 November 2019

Diduga Buntut Sengketa Pilkada, Angota PPS Ditembak Mati di Sampang, Madura

KONFRONTASI -  Polres Sampang kini sedang bekerja keras memburu Idris alias ID (33), tersangka pelaku penembakan terhadap saksi korban Subaidi (32), salah satu anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, yang akhirnya meninggal dunia, Kamis (22/11).

Korban meninggal di di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, akibat luka yang didapatnya.

Menurut keterangan polisi, tersangka menembak dada korban ketika mereka bertemu di Dusun Pakis, Desa Sokobanah Laok, Kecamatan Sokobanah, Rabu (21/11) siang. Idris disebut sebagai teman Subaidi ketika sama-sama menimba ilmu di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Pamekasan, Madura.

“Korban yang semula sambil memegangi perutnya yang mengalami luka tembak, minta tolong warga setempat dan dilarikan ke Puskesmas Sukobanah. Anggota kami di Reskrim Polsek Sukobanah dan Polres Sampang mendapat keterangan langsung dari saksi korban ketika dilarikan ke Pusksemas kemudian dirujuk ke RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan,” kata Kasubag Humas Polres Sampang, Ipda Eko Puji Waluyo, Kamis (22/11) malam.

Korban ditinggalkan pelaku di tempat kejadian perkara (TKP) karena dia menduga Subaidi sudah tewas.

Dengan didampingi Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Hery Kusnanto, lebih lanjut dijelaskan, bahwa

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata warga Desa Sokobanah Tengah yang salah satunya bernama Mohamad Urip (60), pensiunan Polri, terungkap bahwa korban sengaja ditembak oleh pelaku dari jarak sekitar tiga sampai empat meter.

“Dia sepertinya sengaja dibunuh. Setelah ditembak pelaku mungkin mengira korban sudah mati karena korban langsung ambruk sambil mendekap dadanya yang terluka. Baru kemudian pelakunya melarikan diri,” ujar saksi Urip yang dibenarkan saksi mata warga lainnya.

Petugas Ditreskrim Polda Jatim yang ikut membantu penyelidikan mendapatkan penegasan dari saksi korban yang sempat dirujuk lagi ke RSUD dr Soetomo, Surabaya, bahwa nama tersangka pelakunya adalah ID, sahabatnya sesama alumni dari ponpes di Pamekasan.

Hal itu sama dengan keterangan Bahruji (60) mertua korban, sesuai petunjuk langsung menantunya saat dirujuk di RSUD Pamekasan, dan keterangan putrinya Nurfaizah (26), menyebut nama tersangka pelakunya dari pengakuan suaminya.

“Menantu saya menjelaskan kepada isterinya, Nurfaizah, bahwa pelakunya ID adalah warga Dusun Klompang, Desa Tamberu Laok yang memiliki isteri yang tinggal di Kampung Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sukobanah,” ujar Bahruji.

Sebelum korban berangkat meninggalkan rumah, Subaidi yang berprofesi sebagai pembuat gigi palsu itu mengaku baru saja menerima telepon dari seseorang untuk bertemu di Dusun Pakis, perbatasan Desa Sukobanah Tengah dan Desa Sukobanah Laok, Rabu siang.

“Dia pamit isterinya karena ada order perbaikan gigi,” ujar Bahruji menirukan pengakuan Nurfaizah.

Sementara itu Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Kabupaten Sampang, Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), Miftahur Rozaq, yang dimintai informasi membenarkan Subaidi merupakan Anggota PPS Kelurahan Tamberu Timur.

“Kami mendesak Polres Sampang mengusut, mengungkap karena ada kemungkinan disebabkan masalah perbedaan pilihan dalam Pilkada. Segera tangkap pelakunya agar tidak ada lagi kejadian serupa,” ujarnya. Miftahur menduga kasus tersebut berawal dari masalah dukungan dalam pemilihan bupati di Sampang.

Subaidi meninggalkan seorang isteri Nurfaizah dan seorang anak laki-laki, bernama Mochammad (7).

Mohammad Sahid, Ketua PPS Kecamatan Sokobanah yang sempat bertakziah ke rumah duka almarhum di Jalan Raya Tamberu Agung, Desa Tamberu Timur, mendesak polisi untuk segera membekuk pelakunya dan sekaligus menyingkap latar belakang kasusnya.

“Dari mana tersangka memiliki senjata api genggam jenis pistol ilegal yang dipakai menembak korban?” ujar Sahid.

(Jft/BeritaSatu)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...