Daerah Ramai-ramai Lockdown, Tanda Tak Ada Lagi Kepemimpinan Nasional

KONFRONTASI-Banyak daerah mulai melakukan lockdown atau karantina lokal. Bahkan ada juga desa yang mengkarantina dari warga luar. Semua itu dilakukan karena mereka peduli atas sebaran virus corona baru atau Covid-19, sekalipun itu bertentangan dengan imbauan pusat.

“Daerah semakin banyak lakukan karantina wilayah dan tak hiraukan pusat,” ujar Ketua Majelis Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule, Minggu (29/3).

Menurutnya, sikap itu telah menjadi tanda bahwa daerah lebih peduli pada rakyatnya. Bisa juga berarti pemerintah pusat kurang mengayomi kekhawatiran yang dirasakan rakyatnya selama ini.

“Tanda tak ada lagi kepemimpinan nasional,” tutur ketua DPP Partai Gerindra itu.

Hal ini akan menjadi catatan publik yang abadi. Terlebih, selama ini banyak perppu yang terbitkan pemerintah padahal bertujuan untuk “membunuh” demokrasi. Perppu tersebut tetap diterbitkan sekalipun mendapat tentangan dari rakyat, seperti Perppu Ormas yang membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), di mana perppu diterbitkan tanpa urgensi.

Sementara di satu sisi, pemerintah tidak kunjung menerbitkan perppu yang dibutuhkan rakyat. Misalnya, Perppu Darurat Corona, di mana sebaran virus mematikan asal China itu sudah kian mengkhawatirkan.

Jika Pemerintah Mau Terapkan Lockdown “Perppu yang “bunuh“ demokrasi diterbitkan. Perppu untuk selamatkan hidup rakyat tak mau diterbitkan. Tapi bangun ibukota baru jalan trus, tak peduli rakyat lagi susah,” sindirnya.(mr/rm)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA