21 October 2019

Bambang: KPU Jangan Seenak Udelnya Korbankan Golkar dan PPP

KONFRONTASI - Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsat) menyebutkan, pihaknya akan mengajukan hak angket kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena tidak independen. Pasalnya, lembaga Pemilu itu dianggap ikut serta intervensi pemerintah terhadap partai politik.

"Kita lakukan upaya hukum. Hak angket seret KPU, jangan seenak udelnya. Mengorbankan Golkar dan PPP," kata Bambang di Jakarta, Minggu (9/8).

Hal itu berdasarkan, dikeluarkannya kebijakan sesuai dengan keinginan partai penguasa. Seperti, diperpanjangnya masa pendaftaran calon kepala daerah di wilayah yang masih memiliki calon tunggal.




Hal itu berbeda saat Golkar mengingingkan adanya satu tanda tangan bagi partai yang berkonflik, KPU tetap memutuskan adanya dua tanda tangan. "Jadi KPU kayak badut, ketika ada kepentingan PDI-P yah diperpanjang," tuturnya.

Bambang mengatakan, adanya fenomena calon tunggal juga disebabkan oleh kebijakan KPU. Dengan adanya dua kepengurusan yang dikomodasi KPU, maka Golkar dan PPP tidak bisa mencalonkan kadernya. Sebab, tidak ada kesamaan keputusan yang akan diusung.

"Jadi KPU menurut saya menunjukkan kebadutan lagi dan tidak lagi berdiri independen. Karena tujuh daerah di partai tertentu, yang berkuasa melanggar sumpah dia (KPU) yang sesuai tahapan, KPU menjilat ludahnya sendiri. Dulu, kita minta mundur dia enggak mau kasih, giliran partai berkuasa dia mundurkan," kata anggota Komisi III DPR itu.   (Juft/Skala)
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...