Anggota DPD RI: Kinerja Kabinet Kerja Masih Belum Sinkron

Konfrontasi - Reshuffle kabinet "kerja" mewarnai satu tahun kepemimpinan Jokowi-JK. Sejumlah menteri dicopot dan dirotasi guna memaksimalkan program dan kerja pemerintah.

Anggota DPD RI, Abdul Gafar Usman mengatakan bahwa seharusnya Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai kepala pemerintahan dengan para menterinya bisa satu arah terkait program dan kebijakan pemimpin negara.

"Kepala pemerintahan yang dilengkapi perangkat dan sistem itu semuanya harus by system dan harus sinkron. Tapi ini kok nyatanya satu tahun malah tidak sinkron," katanya di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (18/10/2015).

Untuk itu dia mengapresiasi langkah Jokowi-JK yang melakukan pergantian susunan kabinet. Mantan anggota DPRD Riau tahun 1987–1997 tersebut juga melihat bahwa Jokowi-JK memiliki komitmen yang bagus. Hanya saja  jika komitmen tersebut tak didukung oleh segenap jajaran kabinetnya, maka hasilnya juga akan percuma.

"Kalau misal kapten itu tak didukung anak buahnya ya sama saja. Sistem, perangkat harus mendukung dong," ungkapnya.

Selain itu, dirinya menegaskan bahwa tak ada lagi waktu bagi Jokowi-JK berdalih masih dalam masa adaptasi. Pasalnya satu masa kepemimpinan telah mereka lewati, sehingga sisa waktu kepemimpinan yang ada harus dimanfaatkan guna merealisasikan visi misi program pemerintahannya.

"Dari kementeriannya begitu, adaptasi wajar. Tapi dari segi normatif harus secepatnya realisasinya begitu," ujarnya. (vv/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA