18 August 2018

Akui Kesalahan, Timses Pemenang Pilkada Lahat Minta Seluruh Pelaku Money Politik Ditangkap

KONFRONTASI-Persidangan kasus politik uang (money politics) Pilkada Kabupaten Lahat hari ini, Kamis (19/7), memasuki agenda pembacaan tuntutan.

Jaksa Penuntut Umum, M.Lukber, SH.MH didampingi Kasi Pidum Kejari Lahat Kristanto, SH.MH menuntut terdakwa Syahril dihukum 36 tahun penjara dan denda 200 juta sesuai Pasal 187a ayat (1) UU Nomor 10 Tahun 2016.

“Menuntut Terdakwa terbukti melakukan pelanggaran sesuai Pasal yang dijeratkan berupa kurungan penjara selama 36 Bulan dan denda sebesar Rp200 juta atau subsider 1 bulan penjara,” ungkapnya di ruang Sidang Pengadilan Negeri Lahat, di saksikan oleh Puluhan masyarakat diruang sidang dan langsung menyerahkan berkas tuntutan ke pihak hakim.

Sidang ini dipimpin langsung oleh Ketua Majlis Persidangan Saiful Brown. SH, Verdian Martin SH Anggota 1, Shely Biveruyanti SH, Panitra Persidangan Mahmud SH.

Seusai jaksa membacakan tuntutannya, Majelis Hakim meminta Tanggapan atas tuntutan tersebut pada Syahril, Syahril menyatakan:

“Aku ngakui kesalahan, tapi kendak aku jangan cuma aku saje yang dihukum ni mane Jukri (Pemberi dana yang merupakan tim sukses Cik Ujang-Haryanto)”. Ujar Terdakwa Sahril memberikan pembelaan.

Saat dimintai komentarnya usai persidangan, Syaril membeberkan asal mula terjadinya kasus ini. Dia mengakui bahwa dirinya diajak oleh Kopli, Lukman, Fani untuk datang kerumah Jukri di Desa Pagar Pagung Pseksu untuk mengambil amplop yang berisikan uang untuk dibagikan kepada masyarakat supaya mencoblos Paslon no 3 Cik Ujang- Haryanto.

Syahril menegaskan, dirinya tidak mau menjadi korban sendirian. Dia mendesak agar seluruh aktor utama money politic di Pilkada Lahat turut diadili.

“Au. Aku ni diajak mereka untuk membagikan Amplop ke masyarakat dengan syarat coblos no 3 paslon Bupati dan Wakil Bupati Lahat Cik Ujang-Haryanto, tapi aku pintak same pihak pengadilan supaya mengusut tuntas masalah ini dan menghukum rombongan itu jangan aku dewean. Kalo aku la ngakui kesalahan aku dan siap beranggung jawab”. Pintanya.

Sarnubi SE salah masyarakat yang hadir di persidangan mengapresiasi atas pembelaan yang sudah disampaikan oleh terdakwa Sahril supaya Pemain Money Politik dari Paslon No 3 Cik Ujang-Haryanto ditangkap.

“Oh ternyata benar nian bearti Paslon No 3 tu la buat curang pada pilkada lahat ni, itu buktinyo yang di ucapkan oleh sahril.

“Kalo menurut aku benar apo yang sudah disampaikan oleh terdakwa Sahril Supaya jangan cuma dio yang dihukum tapi tolong di tangkap galo pelaku money Politik tu sampai ke dedengkotnyo seperti Cik ujang dan Haryanto”. Pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan warga Lahat Husni, setelah pengakuan Syahril di Pengadilan, masyarakat Lahat tinggal menunggu langkah cepat dari Kepolisian untuk menyeret otak praktik money politics di Pilkada Lahat.

“Logika saja, terdakwa mengakui dan menyebut banyak nama. Sekarang tinggal kemauan Polisi dan pihak Gakkumdu mengejar pelaku lain satu persatu. Polisi punya teknik penyidikan yang canggih, teroris aja ketangkap, masak penjahat demokrasi kelas Lahat gak bisa dikejar. Segera tuh seret ke pengadilan ponakan Cik Ujang yang Anggota DPRD Demokrat Fitrizal dan Dadang Ketua RT di Pasar Bawah. Seret juga Agus dan Iwan Sahmi, terus diusut satu persatu ke atas hingga ke Cik ujang dan bandarnya,” katanya.(mr/syg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...