19 September 2019

Advokat Teuku Syahrul Ansari: Soal sidang Pilpres di MK, Ada Dissenting, Tidak Bulat.

KONFRONTASI- Mengomentari sidang kubu 02 yang memohon  keadilan di Mahkamah Konstitusi, Advokat Teuku Syahrul Ansari (Alon) mengungkapkan,analisa ilmu hukum itu, yang paling dasar adalah, material (substansial) dan formal (acara, legitimasi). Substansial, saksi BPN 02 banyak tak terbantahkan materinya.

''Dengan kata lain TKN kubu 01 tidak siap atau tidak menyangka mgkn, materi itu terpapar, shg tdk ada saksi pembanding. Kiat TKN 01 akhirnya pada hukum formal. Jika ungkapan di medsos, Hakim hrs memasukkan dua hal itu dlm risalah dan kesimpulan yg mencerminkan dialog, jawab jinawab itu, baru terlihat adil.  Bambang Widjojanto (BW) sbg lawyer, bisa buat lawyer TKN 01 amat panik. Jika dimedsos spt ini, bunyi pendapat para pendukung sungguh panik,''ujar Ansari..

 Sebagai advokat dan pegiat ilmu hukum, kata Ansari Alon, ''Saya punya standart teori. Jika atau kalau saya jadi Jkw, lawyer2nya saya  pecat Jika jadi hakim MK, sdh cukup bukti dan saksi bagi saya utk diskualifikasi atau paling tdk pemilu ulang. Sudah curang dari alam fikiran, mungkin karena cambung/cawan kekuasaan kah??''

''Saya kemarin menyaksikan sampai subuh. Misal, soal surat suara yg tercoblos 80 di suatu TPS di Surabaya, iru ada dari 299 DPT. Tapi yg ditanyakan lawyer TKN soal dupakai gak surat suara itu?? Tapi tdk menegasika n surat suara yang sdh dicoblos. Di sini penyelenggara pemilu salah. Begituan jg soal Anas, bisa dibuktikan bhw acara itu ada, ada pembicara dari pejabatvdan jurkam TKN bahkan Capres hadir, ada keberpihakan pjbtvdarrah paking tidak utk tidak netral, di Ganjar. Ini Mens rea. Kesaksian ahki  sangat sistemis dan aitematis, Jaswar Koto, legitimate, dia bicara data, ada angka, wilayah dan metodelogi. Ini actus reus. Hakim hrs masukkan dalam risalah dan keaimpulan sbg pertimbangan putusan. Tapi apakah 02 di menangkan?'' ujar Ansari.

''Prediksi saya terbelah, akan ada dissenting, tdk bulat. Karena para hakim melihat aapek formal ... Di sini tampak bgmana peradilan bekerja, jurdil atau berpihak? Apakaj 02 akan menang? Ini pengadilan politik...semua bisa terjadi. Jika dilihat trend para hakim di gugatan PT 20 persen, berat Jokowi dikalahkan. Hakim jg menampakkan tendensius dan non etis, dan itu sudah diketahui publik pula,''ujar Ansari.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...